243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Polisi telah menetapkan 243 individu dan 14 korporasi sebagai tersangka kebakaran hutan dan lahan yang melanda berbagai wilayah di Indonesia.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Penyelidikan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah daerah di Indonesia telah menghasilkan penetapan 243 tersangka individu dan 14 tersangka korporasi. Data yang dirilis menunjukkan bahwa sebanyak 286 laporan polisi telah ditangani oleh 13 Polda, dengan luas lahan terbakar mencapai 5.856,84 hektare. Sementara itu, tersangka korporasi berasal dari 104 laporan polisi yang ditangani oleh 10 Polda serta Direktorat Jenderal Gakkum Polri, dengan area terdampak mencapai 29.168,78 hektare.
Pada tanggal 23 Oktober, jumlah total lahan terbakar tercatat sebesar 41.554 hektare, disertai dengan 19.708 titik panas atau hotpot. Dari jumlah tersebut, sekitar 14.873 hektare lahan telah berhasil dipadamkan. Upaya pemadaman melibatkan 67.933 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan bukanlah fenomena alam semata, melainkan akibat dari tindakan manusia. Dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 21 Oktober, ia menyatakan bahwa tindakan yang menyebabkan karhutla harus dipandang sebagai bentuk terorisme lingkungan dan kejahatan terhadap kemanusiaan, karena membahayakan kesehatan jutaan warga.
Ia menekankan perlunya penanganan tegas terhadap pelaku, termasuk perusahaan yang terbukti melanggar aturan. Prabowo memerintahkan agar semua izin operasional perusahaan yang terlibat dalam karhutla dicabut secara massal jika terbukti bersalah. Ia menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan secara tuntas, tanpa lagi menganggapnya sebagai hal biasa, terutama jika bukti telah jelas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Ribuan warga Albania menggelar demonstrasi besar di Tirana, menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama menyusul lonjakan biaya hidup dan dugaan korupsi yang meresahkan.
25 Oktober 2026

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Polres Mesuji menggagalkan peredaran narkoba dengan menyita ratusan pil ekstasi, sabu, senjata api rakitan, dan uang hasil transaksi dari tiga tersangka di tiga lokasi berbeda.
25 Oktober 2026

1.000 Orang Ditangkap Usai Unjuk Rasa Ricuh di Prancis
Kerusuhan setelah unjuk rasa massal di Prancis menewaskan ratusan orang ditangkap, menyusul aksi penjarahan dan bentrokan dengan polisi di sejumlah kota.
25 Oktober 2026

Wardatina Mawa Pertahankan Proses Hukum, Tolak Damai dengan Inara Rusli
Wardatina Mawa menyatakan tetap menunggu penetapan tersangka dari penyidik Polda Metro Jaya, meski Inara Rusli buka ruang damai, dengan menegaskan kesiapannya mengikuti proses hukum secara transparan dan berkelanjutan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penjualan Hyundai dan Kia di China Meleset di Bawah 10.000 Unit
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Pemprov Kaltim Dorong Literasi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Shin Tae-yong Dorong Sistem Pembinaan Sepak Bola Berkelanjutan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

