Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas

Pemkab Klaten dorong santri jadi agen perubahan melalui pendidikan dan kerukunan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pelaksana Tugas Bupati Klaten, Mahanni Yulindha Pratiwi, menegaskan bahwa peran santri dalam membangun masa depan bangsa tidak bisa diabaikan. Ia menilai para santri memiliki potensi besar untuk menjadi motor utama dalam mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045. Dalam sambutannya pada apel Hari Santri Nasional 2026 di Alun-alun Klaten, Linda menekankan pentingnya semangat belajar, akhlak mulia, dan kerja sama dalam membangun daerah dan negara.

Ia menegaskan komitmen Pemkab Klaten untuk terus mendukung pengembangan lembaga pendidikan Islam, khususnya pondok pesantren, sebagai wadah utama pembentukan karakter dan ilmu keislaman yang berkelanjutan. Dukungan ini mencakup peningkatan kualitas fasilitas, pendampingan kurikulum, serta pemberdayaan sarana pendidikan agar santri mampu bersaing di era digital dan global.

Peringatan HSN tahun ini diwarnai berbagai kegiatan simbolis, termasuk penampilan fragmen Resolusi Jihad, pembacaan Ikrar Santri Nasional, dan penyampaian sejarah singkat tentang fatwa perjuangan yang dikeluarkan Hadratussyekh KH. Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 di Surabaya. Momentum ini menjadi ajang refleksi atas semangat kebangsaan dan nilai-nilai keislaman yang terus dijaga oleh generasi muda.

Linda menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan transformasi sosial dan pembangunan berkelanjutan. Dengan memperkuat kapasitas santri sebagai agen perubahan, Klaten berharap mampu menciptakan generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya