Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres

Pembangunan PLTS terapung di Waduk Tembesi, Batam, telah menyelesaikan 74 persen tahap konstruksi dengan kapasitas 46 MWp dan proyeksi produksi listrik 61 GWh per tahun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 8x dibuka
PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di Waduk Tembesi, Batam, telah mencapai tahap 74 persen pada bulan Oktober 2026. Proyek ini dilaksanakan di atas permukaan waduk dan menempati area yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara optimal, menunjukkan inovasi dalam pemanfaatan ruang terbatas. Dengan kapasitas puncak 46 megawatt peak (MWp), proyek ini menjadi salah satu bentuk transformasi energi terbarukan di wilayah Kepulauan Riau.

Dalam tahap saat ini, pekerjaan utama telah meliputi pemasangan struktur apung, instalasi panel surya, serta penghubungan sistem kabel ke jaringan distribusi. Pengerjaan berjalan sesuai rencana, dengan pengawasan ketat terhadap aspek teknis dan keselamatan kerja. Tim proyek menargetkan penyelesaian total pada akhir tahun 2027 untuk segera memasuki fase uji coba dan operasional.

Saat beroperasi penuh, PLTS terapung di Waduk Tembesi diperkirakan mampu menghasilkan listrik sekitar 61 gigawatt hour (GWh) per tahun. Angka ini setara dengan kebutuhan listrik sekitar 25.000 rumah tangga dalam satu tahun, membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mendukung target pengurangan emisi karbon di wilayah kota berbasis pulau tersebut.

Proyek ini juga menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperluas pemanfaatan energi bersih, khususnya di wilayah terpencil dan pulau-pulau kecil yang sering menghadapi keterbatasan akses listrik. Dengan kontribusi energi terbarukan dari sumber lokal, pembangkit ini turut memperkuat ketahanan sistem kelistrikan daerah dan mendorong transisi energi yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya