Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi

Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Sekretaris Jenderal Organisasi D-8 menekankan bahwa negara-negara anggota memiliki posisi geostrategis dan geoekonomi yang signifikan, mampu memengaruhi dinamika regional maupun global. Dalam kesempatan Konferensi Mediasi Istanbul ke-9, ia menyampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi lebih dari 65 konflik aktif, menyeret lebih dari seratus negara dalam sengketa, baik langsung maupun tidak langsung. Lebih dari seperempat populasi dunia tinggal di wilayah yang terdampak konflik, menunjukkan urgensi upaya perdamaian yang berkelanjutan.

Mahmood menyoroti tema konferensi tahun ini, "Kemitraan untuk Perdamaian dan Perspektif Baru: Mediasi di Dunia yang Terus Berubah", sebagai refleksi kritis terhadap tantangan global yang semakin kompleks. Ia menilai bahwa peningkatan penggunaan kekerasan, pelanggaran hukum internasional, serta destrukturisasi multilateralisme mendorong perlunya pendekatan baru dalam penyelesaian sengketa. Turkiye, sebagai tuan rumah, dinilai telah menunjukkan komitmen kuat dengan menyediakan ruang dialog bagi para pakar mediasi dari berbagai belahan dunia.

Dalam konteks tersebut, Mahmood menekankan tiga prinsip utama: dialog yang tulus, mediasi berkelanjutan, dan kepemilikan regional. Prinsip-prinsip ini, menurutnya, menjadi fondasi penting untuk menyelesaikan konflik secara berkelanjutan. Ia menyebut peran aktif Turkiye dalam inisiatif Black Sea Grain, serta upaya mediasi di kawasan Afrika, sebagai contoh konkret. Negara-negara D-8, termasuk Pakistan, Mesir, dan Indonesia, juga telah berkontribusi dalam menjaga stabilitas regional melalui koordinasi bilateral dan multilateral, termasuk pertemuan R4 dan R4+E3 di Istanbul.

Transformasi ekonomi menjadi fokus utama D-8, khususnya dalam menghadapi tren unilateralisme dan proteksionisme. Organisasi ini berkomitmen memperkuat integrasi ekonomi melalui kerja sama di sektor pertanian, energi, transportasi, pariwisata, dan kesehatan. Salah satu tujuan strategis adalah mencapai volume perdagangan antaranggota sebesar 500 miliar dolar AS hingga 2030, melalui peta jalan 10 tahun yang telah disusun. Dalam hal ini, D-8 juga berkomitmen mendukung upaya kemanusiaan bagi rakyat Palestina dan menegaskan solidaritas dalam menyelesaikan krisis kemanusiaan secara adil dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya