50 Juta Warga Belum Punya Rekening, Pemerintah Siapkan Solusi
Pemerintah menyiapkan program bantuan pembukaan rekening gratis untuk warga usia 17 tahun ke atas yang belum memiliki rekening, berdasarkan data terbaru dari Dukcapil dan DTSEN.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah mengungkapkan bahwa sekitar 50 juta warga Indonesia di usia 17 tahun ke atas belum memiliki rekening bank, berdasarkan hasil identifikasi awal dari data keuangan nasional. Angka ini diperoleh melalui pemetaan terhadap populasi di desil satu hingga empat, yang merupakan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Data tersebut menjadi dasar penyusunan kebijakan untuk memperluas akses keuangan inklusif melalui program satu orang satu rekening.
Proses validasi data masih berlangsung secara menyeluruh, dengan pemadanan antara informasi dari Kementerian Dalam Negeri, khususnya sistem Dukcapil, dan data sosial ekonomi nasional (DTSEN). Hasil penelusuran menyisir individu yang memenuhi kriteria: berusia 17 tahun atau lebih, termasuk dalam kelompok ekonomi paling bawah, serta belum tercatat dalam sistem perbankan. Dari hasil pemantauan silang, jumlah penerima yang layak direvisi menjadi 25 juta orang, jauh lebih rendah dari estimasi awal.
Dengan anggaran sebesar Rp1,28 triliun pada tahun 2026 — turun signifikan dari proyeksi awal Rp3,8 triliun — pemerintah akan menyalurkan bantuan setoran awal Rp50.000 kepada masyarakat yang teridentifikasi. Bantuan ini akan dilaksanakan melalui dua bank pelat merah, yakni BRI dan BSI, sebagai mitra implementasi. Tujuannya bukan hanya membuka akses keuangan, tetapi juga memperkuat basis data transaksi ekonomi nasional untuk perhitungan PDB yang lebih akurat.
Sosialisasi mengenai manfaat memiliki rekening bank akan dilakukan secara masif di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan kota. Pemerintah menekankan pentingnya inklusi keuangan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui program ini, diharapkan masyarakat miskin bisa lebih mudah mengakses layanan keuangan, termasuk penyaluran bantuan sosial dan insentif ekonomi lainnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

