Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dorong transformasi madrasah menuju lingkungan belajar inklusif, aman secara digital, dan berkeadilan melalui kolaborasi semua pihak.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko menekankan pentingnya perbaikan sistem pendidikan di madrasah agar mampu menjawab dinamika zaman, khususnya dalam aspek inklusivitas dan perlindungan anak. Ia menilai bahwa madrasah tidak hanya bertugas menyediakan akses pendidikan, tetapi juga wajib menciptakan suasana belajar yang memungkinkan setiap peserta didik berkembang sesuai potensi, tanpa diskriminasi, dan dalam kondisi yang aman secara fisik maupun digital.

Dalam seminar yang diselenggarakan di Sukoharjo bersama Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta, Singgih menyoroti perlunya pendekatan menyeluruh dalam transformasi madrasah. Ia menekankan bahwa perubahan ini tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dari pemerintah, institusi pendidikan, tenaga kependidikan, orang tua, serta masyarakat. Dukungan kebijakan, kesiapan guru, fasilitas aksesibel, dan budaya sekolah yang menghargai perbedaan menjadi fondasi utama.

Penguatan literasi digital dan pengelolaan gawai di lingkungan madrasah juga menjadi fokus utama. Singgih menegaskan bahwa teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, namun tetap harus dibatasi dengan aturan jelas dan pendampingan yang memadai. Ia mengingatkan bahwa tanpa pengawasan, anak-anak rentan terpapar konten negatif, perundungan daring, atau kebocoran data pribadi.

Perwakilan UIN Raden Mas Said Surakarta, Fauzi Muharom, menambahkan bahwa pendidikan inklusif dan keamanan digital bukan dua hal terpisah, melainkan dua pilar yang saling mendukung. Ia menekankan perlunya metode pembelajaran yang fleksibel, sikap guru yang inklusif, serta sistem perlindungan anak yang efektif. Ia berharap hasil seminar tidak hanya menjadi paparan teoretis, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam praktik harian di madrasah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama antara Komisi VIII DPR RI, UIN Raden Mas Said Surakarta, dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo untuk mendorong terwujudnya madrasah yang tidak hanya berprestasi akademik, tetapi juga berpihak pada keadilan sosial, keberagaman, dan keamanan digital bagi seluruh peserta didik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya