Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Seorang pengemudi ojek online yang mengalami kecelakaan akibat tabrakan dengan mobil BYD di Blok M masih menjalani perawatan medis setelah mengalami patah kaki kiri.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Seorang pengemudi ojek daring, Hasan Syukur (56), masih menjalani pemantauan intensif di Rumah Sakit Fatmawati pasca kecelakaan yang menimpanya di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Kecelakaan terjadi pada Jumat (23/10) sekitar pukul 16.48 WIB, saat mobil listrik BYD yang dikemudikan oleh seorang pria berinisial S menabrak sejumlah kendaraan, termasuk sepeda motor ojek daring yang dikendarai korban. Akibat benturan, korban mengalami patah kaki kiri dan luka lecet, sehingga harus menjalani operasi bedah.
Setelah proses operasi selesai, korban kini berada dalam masa pemantauan medis. Informasi ini disampaikan oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Adiel Aristo, yang menyebutkan bahwa kondisi korban saat ini stabil namun masih memerlukan perawatan lanjutan. Polisi juga menegaskan bahwa pengemudi mobil BYD telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, meskipun penyidik masih mendalami sejumlah faktor penyebab kecelakaan.
Kronologi kejadian menunjukkan bahwa mobil BYD NRKB B-1220-KDP bergerak dari arah selatan ke utara di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru. Mobil tersebut awalnya menabrak Honda Brio dengan nopol B-2967-NGY yang berjalan searah di depannya. Setelah tabrakan, kendaraan melaju ke sisi kiri jalan dan menabrak Honda Beat A-3867-DD yang dikemudikan korban, serta Wuling B-1835-ERZ yang sedang berhenti. Mobil kemudian meloncat ke trotoar dan menghantam dua kendaraan yang terparkir di dekat Hotel Amaris, yakni Honda Mobilio dan Toyota Navi.
Total enam kendaraan terlibat dalam kecelakaan beruntun tersebut. Pemeriksaan terhadap pengemudi BYD dilakukan secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan terhadap kondisi fisik dan psikologisnya. Hasil tes urine menyatakan bahwa pengemudi S negatif narkoba. Meskipun pengemudi mengaku terkejut dan panik saat kejadian, polisi belum memutuskan apakah hal tersebut menjadi penyebab utama kecelakaan. Penyidik tetap mengumpulkan bukti dan keterangan dari saksi serta rekaman CCTV untuk menentukan tanggung jawab hukum secara pasti.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penjualan Hyundai dan Kia di China Meleset di Bawah 10.000 Unit
Penjualan gabungan Hyundai dan Kia di China turun di bawah 10.000 unit pada September, mencatat penurunan tahunan signifikan dan menandai kinerja terlemah sepanjang tahun ini.
25 Oktober 2026

Jepang Percepat Rilis Mobil Hadapi Dominasi China
Produsen otomotif Jepang mempercepat pengembangan kendaraan dengan strategi baru, termasuk pemangkasan waktu hingga 40 persen, demi mengejar ketertinggalan dari pesaing China yang lebih agresif.
25 Oktober 2026

BI Perpanjang DP 0% untuk Properti dan Kendaraan Hingga 2027
Bank Indonesia memperpanjang kebijakan uang muka nol persen untuk kredit properti dan pembiayaan kendaraan bermotor hingga akhir 2027.
25 Oktober 2026

Kenzi dan Sera Terjebak di Hutan, Rahasia Pun Terbongkar
Di tengah krisis motor rem blong, Sera dan Kenzi terjatuh ke jurang, memicu kejujuran terhadap penyamaran Sera dan keberadaan rahasia bisnis Prayoga.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Pemprov Kaltim Dorong Literasi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

