BI Perpanjang DP 0% untuk Properti dan Kendaraan Hingga 2027
Bank Indonesia memperpanjang kebijakan uang muka nol persen untuk kredit properti dan pembiayaan kendaraan bermotor hingga akhir 2027.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 17.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Indonesia resmi memperpanjang masa berlaku kebijakan uang muka nol persen (0%) untuk kredit properti dan pembiayaan kendaraan bermotor baru hingga 31 Desember 2027. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 21 Oktober 2026, yang menunda akhir masa berlaku kebijakan pelonggaran sebelumnya yang semula berakhir pada akhir tahun ini. Perpanjangan ini menjadi langkah strategis untuk mendukung pemulihan sektor riil dan mendorong akses permodalan bagi masyarakat.
Kebijakan tersebut mencakup seluruh jenis properti, termasuk rumah tapak, apartemen, rumah toko (ruko), dan rumah kantor (rukan). Penerapannya tetap mengacu pada kriteria ketat terkait kualitas portofolio kredit, khususnya rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) dan pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF). Hanya bank yang memenuhi standar tersebut yang diperbolehkan memberikan fasilitas dengan rasio loan to value (LTV) atau financing to value (FTV) hingga 100%.
Dalam konferensi pers hasil RDG, Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan bahwa perpanjangan ini merupakan bentuk dukungan berkelanjutan terhadap sektor perumahan dan transportasi. Ia menekankan bahwa kebijakan tetap diarahkan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sambil memberikan ruang bagi perbankan untuk menyalurkan kredit dengan persyaratan uang muka yang lebih rendah. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah mengakses aset penting tanpa beban awal yang tinggi.
Selain properti, kebijakan serupa juga diperpanjang untuk kredit dan pembiayaan kendaraan bermotor baru. Kebijakan uang muka minimum nol persen ini berlaku untuk semua jenis kendaraan baru dan berlaku efektif mulai 1 Januari hingga 31 Desember 2027. Langkah ini menunjukkan komitmen BI untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi, terutama di sektor konsumsi dan investasi modal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Seorang pengemudi ojek online yang mengalami kecelakaan akibat tabrakan dengan mobil BYD di Blok M masih menjalani perawatan medis setelah mengalami patah kaki kiri.
25 Oktober 2026

Penjualan Hyundai dan Kia di China Meleset di Bawah 10.000 Unit
Penjualan gabungan Hyundai dan Kia di China turun di bawah 10.000 unit pada September, mencatat penurunan tahunan signifikan dan menandai kinerja terlemah sepanjang tahun ini.
25 Oktober 2026

Jepang Percepat Rilis Mobil Hadapi Dominasi China
Produsen otomotif Jepang mempercepat pengembangan kendaraan dengan strategi baru, termasuk pemangkasan waktu hingga 40 persen, demi mengejar ketertinggalan dari pesaing China yang lebih agresif.
25 Oktober 2026

Kenzi dan Sera Terjebak di Hutan, Rahasia Pun Terbongkar
Di tengah krisis motor rem blong, Sera dan Kenzi terjatuh ke jurang, memicu kejujuran terhadap penyamaran Sera dan keberadaan rahasia bisnis Prayoga.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Pemprov Kaltim Dorong Literasi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

