Kebijakan Pertanian Dorong Peningkatan Daya Beli Petani Lampung
Kebijakan penurunan harga pupuk subsidi dan hentikan impor singkong memperkuat ekonomi petani Lampung, tercermin dari kenaikan Nilai Tukar Petani dan peningkatan konsumsi masyarakat.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kebijakan strategis pemerintah di sektor pertanian mulai menunjukkan dampak nyata di Lampung, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Penurunan harga pupuk bersubsidi, penghentian impor singkong, serta kenaikan harga komoditas utama seperti padi, jagung, dan singkong telah menciptakan ruang bagi petani untuk memperbaiki pendapatan dan memperbesar daya beli. Langkah ini dijalankan sebagai bentuk penempatan petani sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional, sesuai arahan kepemimpinan nasional saat ini.
Menteri Pertanian menyatakan bahwa nilai tukar petani (NTP) kini mencapai angka 131,11—angka tertinggi dalam sejarah Indonesia sejak berdirinya negara. Indikator ini menunjukkan bahwa petani kini menerima harga hasil produksi yang jauh lebih tinggi dibandingkan biaya produksi yang mereka keluarkan. Kenaikan ini tidak terjadi secara spontan, melainkan hasil dari koordinasi antara kebijakan pusat dan daerah dalam menstabilkan rantai pasok dan memperkuat posisi tawar petani di pasar.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen penduduk provinsi ini terlibat langsung atau tidak langsung dalam produksi tiga komoditas utama. Perubahan harga yang signifikan terhadap padi, jagung, dan singkong telah berdampak luas pada aktivitas ekonomi di tingkat desa. Data dari Pemprov Lampung menunjukkan peningkatan signifikan pada pembelian kendaraan bermotor pada semester I 2026, dengan kenaikan 22,15 persen untuk roda empat dan 19,90 persen untuk roda dua dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, upaya hilirisasi produk pertanian, khususnya singkong menjadi tepung mocaf, telah menjadi bagian penting dari transformasi ekonomi lokal. Produk olahan ini kini tengah dipersiapkan untuk ekspor ke Amerika Serikat, membuka peluang pasar baru dan meningkatkan nilai tambah dari komoditas lokal. Pemerintah provinsi menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kebijakan yang berpihak pada petani dan dukungan terhadap inovasi di tingkat desa.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan yang menguntungkan petani, termasuk penyusunan regulasi yang mempermudah akses pasar, peningkatan infrastruktur, dan pendampingan teknis. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai sebagai kunci utama dalam menjaga keberlanjutan dan keberhasilan program. Dengan kondisi ekonomi yang membaik, Lampung kini menempati posisi dua terdekat dalam pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Tragedi Geger Pecinan pada Oktober 1740 menewaskan belasan ribu warga Tionghoa di Batavia akibat kebijakan represif VOC dan eskalasi kekerasan setelah kepanikan memicu perlawanan.
25 Oktober 2026

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Operasi modifikasi cuaca dilakukan BMKG di Jakarta 21–25 Oktober 2026 dengan penaburan 4 ton garam, bertujuan menurunkan polusi udara melalui hujan buatan.
25 Oktober 2026

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Kementerian ESDM membuka program pengawal energi bagi lulusan S1 dan D4 dengan 108 posisi, menawarkan insentif hingga Rp6,5 juta per bulan dan fasilitas lengkap selama masa penugasan satu tahun.
25 Oktober 2026

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Presiden Prabowo Subianto membahas perkembangan program pendidikan dan pelatihan kepemimpinan bersama Gubernur URI di Hambalang, didampingi pejabat kementerian dan BPI.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.24 WITA

BRILink Agen Fillio Dorong Inklusi Keuangan di Dumai
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.22 WITA

Pemerintah Siapkan Rp883 Miliar untuk Diskon Transportasi Nataru
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

Copshop: Dua Musuh dalam Sel yang Harus Bersatu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.15 WITA

