Singapura Jamin Stabilitas Energi Meski RI Kurangi Ekspor Gas
Singapura menegaskan kesiapan menghadapi pemangkasan pasokan gas dari Indonesia, dengan cadangan dan diversifikasi sumber yang memadai.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Singapura menegaskan tidak ada ancaman serius terhadap pasokan energi meski Indonesia memangkas ekspor gas alam sejak 24 Oktober. Menteri Energi Tan See Leng menekankan bahwa pengurangan tersebut hanya menyentuh kurang dari dua persen dari kebutuhan harian negara, sehingga dampaknya terbatas pada jangka pendek. Ia menegaskan bahwa harga listrik di Singapura tetap stabil, karena pasar gas domestik masih didukung oleh berbagai sumber dan indeks global yang menjadi acuan harga.
Pemangkasan pasokan mencapai 31 juta kaki kubik standar per hari, setara dengan 17 BTU harian, selama periode 18 hari. Meskipun demikian, pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menjaga keandalan energi. Termasuk dalam hal ini adalah pemeliharaan fasilitas pengolahan gas alam cair (LNG) sebagai cadangan, serta kesiapan perusahaan seperti Singapore GasCo untuk meningkatkan impor LNG jika diperlukan.
Selain itu, pembangkit listrik di Singapura wajib menyimpan cadangan bahan bakar diesel sebagai antisipasi gangguan pasokan yang lebih besar. Tan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan energi demi kelangsungan ekonomi dan kehidupan masyarakat. Ia menegaskan bahwa Singapura pernah menghadapi kondisi serupa tanpa mengalami gangguan signifikan, dan kini tetap mempertahankan sistem yang tangguh.
Di samping itu, pemerintah juga aktif mengeksplorasi alternatif energi bersih seperti biometana, panas bumi, dan energi surya. Pencarian opsi energi nuklir juga sedang dalam tahap kajian, meskipun belum ada keputusan final. Semua langkah ini bagian dari upaya jangka panjang untuk membangun ketahanan energi yang lebih berkelanjutan dan mandiri.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Pemerintah menaikkan target setoran PNBP sektor energi dan mineral tahun 2026 menjadi Rp165 triliun, didorong capaian positif hingga September yang sudah mencapai 93,78% dari target sebelumnya.
25 Oktober 2026

Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Rupiah mengalami tekanan berkelanjutan dengan nilai tukar menembus level Rp18.040 per dolar AS, dipicu penguatan greenback dan penurunan persepsi investasi global.
25 Oktober 2026

BRILink Agen Fillio Dorong Inklusi Keuangan di Dumai
Layanan keuangan melalui BRILink Agen Fillio di Dumai berhasil meningkatkan akses transaksi keuangan bagi masyarakat, terutama UMKM dan lansia, sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal.
25 Oktober 2026

Obama: Pemilu Sela adalah Batas Terakhir Menghentikan Kebodohan Politik
Mantan Presiden AS Barack Obama menyerukan dukungan terhadap Demokrat dalam pemilu sela, menilai pemerintahan Trump telah membawa kekacauan dan kebijakan yang merusak stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Siapkan Rp883 Miliar untuk Diskon Transportasi Nataru
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

