Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik

Konsumsi makanan tertentu seperti jahe, cabai rawit, dan nanas dapat membantu mengencerkan dan menghilangkan lendir berlebih akibat paparan abu vulkanik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Paparan abu vulkanik yang terus-menerus dapat memicu gangguan pada sistem pernapasan, termasuk penumpukan lendir di tenggorokan. Kondisi ini memicu gejala seperti batuk persisten, rasa berat di dada, sesak napas, dan iritasi pada saluran pernapasan atas. Kementerian Kesehatan telah mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap dampak kesehatan jangka panjang dari debu vulkanik, terutama bagi individu dengan riwayat penyakit paru seperti asma, PPOK, dan bronkitis kronis.

Untuk mengurangi penumpukan lendir, disarankan memperbanyak konsumsi makanan alami yang memiliki sifat mukolitik dan antiinflamasi. Jahe, misalnya, dikenal karena sifat antivirus dan antibakterinya yang membantu meredakan penyumbatan dan mendorong keluarnya lendir dari saluran pernapasan. Sementara itu, capsaicin dalam cabai rawit berfungsi mengencerkan lendir, mempermudah pengeluarannya dari tenggorokan.

Bawang putih juga menjadi pilihan efektif berkat kemampuannya menekan pertumbuhan mikroorganisme penyebab infeksi. Dengan mengonsumsi bawang putih secara rutin, tubuh dapat meningkatkan daya tahan terhadap agen patogen yang memperparah produksi lendir. Selain itu, nanas mengandung enzim bromelain yang memiliki sifat mukolitik alami, membantu memecah lendir dan mengurangi peradangan pada saluran napas.

Salmon kaya akan asam lemak omega-3 yang berperan sebagai antiinflamasi alami, membantu menenangkan iritasi pada jaringan paru. Kapulaga dan bawang bombay juga terbukti efektif dalam mengurangi batuk dan membantu membersihkan saluran pernapasan. Bawang bombay dapat dikonsumsi dengan cara merendam parutannya dalam air selama 6–8 jam, lalu diminum 3–4 sendok makan per hari untuk hasil optimal.

Pendekatan pencegahan dan pengelolaan gejala dengan makanan alami menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan pernapasan saat terpapar abu vulkanik. Dengan memperhatikan asupan harian, masyarakat dapat mengurangi risiko komplikasi pernapasan dan mempercepat pemulihan kondisi tubuh.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya