7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Konsumsi makanan tertentu seperti jahe, cabai rawit, dan nanas dapat membantu mengencerkan dan menghilangkan lendir berlebih akibat paparan abu vulkanik.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Paparan abu vulkanik yang terus-menerus dapat memicu gangguan pada sistem pernapasan, termasuk penumpukan lendir di tenggorokan. Kondisi ini memicu gejala seperti batuk persisten, rasa berat di dada, sesak napas, dan iritasi pada saluran pernapasan atas. Kementerian Kesehatan telah mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap dampak kesehatan jangka panjang dari debu vulkanik, terutama bagi individu dengan riwayat penyakit paru seperti asma, PPOK, dan bronkitis kronis.
Untuk mengurangi penumpukan lendir, disarankan memperbanyak konsumsi makanan alami yang memiliki sifat mukolitik dan antiinflamasi. Jahe, misalnya, dikenal karena sifat antivirus dan antibakterinya yang membantu meredakan penyumbatan dan mendorong keluarnya lendir dari saluran pernapasan. Sementara itu, capsaicin dalam cabai rawit berfungsi mengencerkan lendir, mempermudah pengeluarannya dari tenggorokan.
Bawang putih juga menjadi pilihan efektif berkat kemampuannya menekan pertumbuhan mikroorganisme penyebab infeksi. Dengan mengonsumsi bawang putih secara rutin, tubuh dapat meningkatkan daya tahan terhadap agen patogen yang memperparah produksi lendir. Selain itu, nanas mengandung enzim bromelain yang memiliki sifat mukolitik alami, membantu memecah lendir dan mengurangi peradangan pada saluran napas.
Salmon kaya akan asam lemak omega-3 yang berperan sebagai antiinflamasi alami, membantu menenangkan iritasi pada jaringan paru. Kapulaga dan bawang bombay juga terbukti efektif dalam mengurangi batuk dan membantu membersihkan saluran pernapasan. Bawang bombay dapat dikonsumsi dengan cara merendam parutannya dalam air selama 6–8 jam, lalu diminum 3–4 sendok makan per hari untuk hasil optimal.
Pendekatan pencegahan dan pengelolaan gejala dengan makanan alami menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan pernapasan saat terpapar abu vulkanik. Dengan memperhatikan asupan harian, masyarakat dapat mengurangi risiko komplikasi pernapasan dan mempercepat pemulihan kondisi tubuh.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Minuman Bantu Legakan Tenggorokan Usai Terpapar Abu Vulkanik
Konsumsi air putih, air hangat, dan minuman alami seperti jahe madu dapat meredakan iritasi tenggorokan akibat paparan abu vulkanik, meski tak mampu membersihkan partikel dari paru-paru.
8 September 2026

Pemerintah Tunda Penerapan Cukai Minuman Berpemanis
Pemerintah belum mengeksekusi cukai minuman berpemanis dalam kemasan meski target pendapatan Rp7,6 triliun ditetapkan untuk APBN 2026.
7 September 2026

Pertamina Ajak Masyarakat Berbagi Makanan di Hari Pelanggan
Pertamina Patra Niaga bagikan 8.100 porsi makanan gratis di delapan kota, melalui kegiatan memasak bersama dan berbagi di SPBU serta lembaga sosial.
7 September 2026

Jakarta Dukung Jadi Pusat Industri Kopi Nasional
Gubernur DKI Jakarta menegaskan komitmen memperkuat Jakarta sebagai pusat ekosistem kopi nasional melalui dukungan infrastruktur, kolaborasi, dan perhelatan internasional sebelum 2030.
5 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Pabrik BYD Subang Beroperasi, Harga Mobil Listrik Tak Turun Langsung
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


