Minuman Bantu Legakan Tenggorokan Usai Terpapar Abu Vulkanik
Konsumsi air putih, air hangat, dan minuman alami seperti jahe madu dapat meredakan iritasi tenggorokan akibat paparan abu vulkanik, meski tak mampu membersihkan partikel dari paru-paru.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 11.40 WITA·👁 10 orang membaca· 0 hari ini · 35x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian publik menyusul dampaknya terhadap kesehatan pernapasan. Partikel halus yang terbawa angin dapat menyebabkan gejala seperti batuk kering, tenggorokan terasa mengganjal, hidung tersumbat, serta peningkatan produksi lendir. Banyak masyarakat mencari solusi cepat, termasuk melalui konsumsi minuman tertentu, dengan harapan dapat menghilangkan residu abu dari paru-paru. Namun, para ahli menegaskan bahwa tidak ada minuman yang dapat mengangkat atau menetralisir partikel abu vulkanik dari organ pernapasan.
Paru-paru memiliki mekanisme pembersihan alami, namun paparan berkepanjangan terhadap debu vulkanik dalam jumlah tinggi tetap berpotensi menimbulkan iritasi dan peradangan kronis. Oleh karena itu, fokus utama bukan pada pengobatan dengan minuman, melainkan pencegahan paparan. Minuman seperti air putih dan air hangat tetap direkomendasikan karena berperan penting dalam menjaga hidrasi tubuh. Cairan yang cukup membantu menipiskan lendir sehingga lebih mudah dikeluarkan melalui batuk, mengurangi rasa tidak nyaman di saluran pernapasan.
Selain air, beberapa minuman alami juga diklaim membantu meredakan gejala. Teh jahe madu, misalnya, dapat memberikan sensasi lega pada tenggorokan yang teriritasi. Jahe memiliki sifat antiinflamasi ringan, sementara madu dikenal mampu mengurangi frekuensi batuk pada sebagian orang. Teh lemon hangat juga menjadi pilihan karena mengandung vitamin C yang mendukung sistem imun. Sementara itu, teh hijau, meski kaya antioksidan, belum memiliki bukti ilmiah yang mendukung efektivitasnya dalam membersihkan paru-paru dari partikel abu vulkanik.
Penting untuk dipahami bahwa minuman hanya berfungsi sebagai pendukung meredakan gejala, bukan sebagai pengganti langkah proteksi fisik. Masyarakat yang berada di wilayah terdampak sebaiknya membatasi aktivitas di luar ruangan, menutup jendela dan pintu, serta menggunakan masker khusus yang mampu menyaring partikel halus. Hindari menggerakkan debu dengan cara yang memperbesar paparan, seperti mengibaskan kain atau menyebar debu secara kasar. Jika gejala berlanjut atau memburuk, sebaiknya segera mencari bantuan medis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

14 Siswi SMP Tangsel Diduga Dicoklati Minuman Berbahaya
Polisi bergerak cepat menangani dugaan perundungan dan pemerasan terhadap 14 siswi SMP Negeri 10 Tangsel, termasuk kasus paksa minum racikan yang menyebabkan tiga korban dirawat.
24 Oktober 2026

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Festival Jajanan Bango 2026 digelar di Hutan Kota GBK Jakarta, menampilkan lebih dari 50 pelaku UMKM kuliner untuk memperluas akses pasar dan memperkuat ekosistem kreatif generasi muda.
24 Oktober 2026

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Kreator makanan Nex Carlos menikmati beragam sajian unik dari Festival Jajanan Bango 2026, menyoroti keberhasilan paduan rasa lokal dan global dalam kreasi kuliner modern.
24 Oktober 2026

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Nilai ekspor kecap asal Indonesia mencapai 18,81 juta dolar AS pada periode Januari hingga Agustus 2026, menunjukkan pertumbuhan signifikan di pasar global.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

