Minuman Bantu Legakan Tenggorokan Usai Terpapar Abu Vulkanik
Konsumsi air putih, air hangat, dan minuman alami seperti jahe madu dapat meredakan iritasi tenggorokan akibat paparan abu vulkanik, meski tak mampu membersihkan partikel dari paru-paru.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 11.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian publik menyusul dampaknya terhadap kesehatan pernapasan. Partikel halus yang terbawa angin dapat menyebabkan gejala seperti batuk kering, tenggorokan terasa mengganjal, hidung tersumbat, serta peningkatan produksi lendir. Banyak masyarakat mencari solusi cepat, termasuk melalui konsumsi minuman tertentu, dengan harapan dapat menghilangkan residu abu dari paru-paru. Namun, para ahli menegaskan bahwa tidak ada minuman yang dapat mengangkat atau menetralisir partikel abu vulkanik dari organ pernapasan.
Paru-paru memiliki mekanisme pembersihan alami, namun paparan berkepanjangan terhadap debu vulkanik dalam jumlah tinggi tetap berpotensi menimbulkan iritasi dan peradangan kronis. Oleh karena itu, fokus utama bukan pada pengobatan dengan minuman, melainkan pencegahan paparan. Minuman seperti air putih dan air hangat tetap direkomendasikan karena berperan penting dalam menjaga hidrasi tubuh. Cairan yang cukup membantu menipiskan lendir sehingga lebih mudah dikeluarkan melalui batuk, mengurangi rasa tidak nyaman di saluran pernapasan.
Selain air, beberapa minuman alami juga diklaim membantu meredakan gejala. Teh jahe madu, misalnya, dapat memberikan sensasi lega pada tenggorokan yang teriritasi. Jahe memiliki sifat antiinflamasi ringan, sementara madu dikenal mampu mengurangi frekuensi batuk pada sebagian orang. Teh lemon hangat juga menjadi pilihan karena mengandung vitamin C yang mendukung sistem imun. Sementara itu, teh hijau, meski kaya antioksidan, belum memiliki bukti ilmiah yang mendukung efektivitasnya dalam membersihkan paru-paru dari partikel abu vulkanik.
Penting untuk dipahami bahwa minuman hanya berfungsi sebagai pendukung meredakan gejala, bukan sebagai pengganti langkah proteksi fisik. Masyarakat yang berada di wilayah terdampak sebaiknya membatasi aktivitas di luar ruangan, menutup jendela dan pintu, serta menggunakan masker khusus yang mampu menyaring partikel halus. Hindari menggerakkan debu dengan cara yang memperbesar paparan, seperti mengibaskan kain atau menyebar debu secara kasar. Jika gejala berlanjut atau memburuk, sebaiknya segera mencari bantuan medis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Tunda Penerapan Cukai Minuman Berpemanis
Pemerintah belum mengeksekusi cukai minuman berpemanis dalam kemasan meski target pendapatan Rp7,6 triliun ditetapkan untuk APBN 2026.
7 September 2026

Pertamina Ajak Masyarakat Berbagi Makanan di Hari Pelanggan
Pertamina Patra Niaga bagikan 8.100 porsi makanan gratis di delapan kota, melalui kegiatan memasak bersama dan berbagi di SPBU serta lembaga sosial.
7 September 2026

Jakarta Dukung Jadi Pusat Industri Kopi Nasional
Gubernur DKI Jakarta menegaskan komitmen memperkuat Jakarta sebagai pusat ekosistem kopi nasional melalui dukungan infrastruktur, kolaborasi, dan perhelatan internasional sebelum 2030.
5 September 2026

Rosella, Minuman Herbal dengan Potensi Kesehatan Teruji
Teh rosella diketahui memiliki manfaat kesehatan melalui senyawa bioaktif yang mampu menurunkan tekanan darah dan mendukung keseimbangan metabolik secara alami.
5 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


