Utang Kereta Cepat Direstrukturisasi, Cicilan 80 Tahun Dimulai 2026
Pemerintah resmi menetapkan cicilan utang Kereta Cepat Whoosh hingga 80 tahun, dengan beban tahunan sekitar Rp1 triliun, ditangani melalui entitas khusus di bawah Kemenkeu.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 22.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kementerian Keuangan telah menetapkan skema pembayaran utang proyek Kereta Cepat Whoosh yang direstrukturisasi hingga jangka waktu 80 tahun, menurut pernyataan resmi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dengan tenor yang panjang tersebut, beban pembayaran tahunan diproyeksikan mencapai sekitar Rp1 triliun per tahun, meski fluktuasi terjadi antartahun. Purbaya menegaskan bahwa beban keuangan tersebut masih dalam kapasitas yang dapat dikelola oleh negara tanpa menimbulkan tekanan fiskal signifikan.
Pembayaran kewajiban utang tersebut akan dipindahkan dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara ke Kementerian Keuangan mulai 15 September 2026. Selanjutnya, pengelolaan akan dilakukan melalui entitas khusus, seperti Special Mission Vehicle (SMV) atau Indonesia Investment Authority (INA), yang akan menjadi wadah utama penanggung jawab pembayaran. Purbaya menekankan bahwa tidak perlu mencari investor baru, karena sumber daya keuangan yang tersedia sudah cukup memadai.
Ia menjelaskan bahwa SMV yang berada di bawah naungan Kemenkeu memiliki potensi pendapatan tahunan mencapai Rp3 hingga Rp4 triliun, ditambah pendapatan operasional sekitar Rp800 miliar. Dengan demikian, keberadaan satu entitas SMV saja dinilai cukup mampu menangani kewajiban tahunan tanpa harus mengandalkan dana tambahan dari luar. Proses finalisasi skema pengelolaan masih dalam tahap perhitungan mendalam, namun pemerintah menegaskan kesiapan fiskal untuk menjalankannya.
Pembahasan ini dilakukan dalam konteks rapat koordinasi di kompleks Istana Kepresidenan, di mana Purbaya menegaskan bahwa keputusan ini bukan hanya bentuk kehati-hatian, tetapi juga strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas anggaran negara. Dengan cicilan yang di-stretch selama delapan dekade, pemerintah memastikan bahwa beban fiskal tidak menimbulkan dampak signifikan bagi generasi mendatang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


