Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Anggito Ajak Anak Muda Lampung Bangun Ketangguhan dan Kerja Keras

Ketua LPS Anggito Abimanyu menyampaikan tiga prinsip utama—ketangguhan, pengalaman, dan kerja keras—dalam sesi inspirasi di Lampung Financial Festival 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 19.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Anggito Ajak Anak Muda Lampung Bangun Ketangguhan dan Kerja Keras
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, menghadirkan semangat motivasi kepada ribuan pemuda Lampung dalam sesi Inspirational Talks pada hari kedua Lampung Financial Festival 2026. Acara digelar di Hotel Novotel, Bandar Lampung, dengan dipandu oleh News Anchor CNBC Indonesia Shafinaz Nachiar. Dalam paparannya, Anggito menekankan pentingnya mental baja dalam menghadapi realitas kehidupan yang tak selalu mudah. Ia menekankan bahwa ambisi tinggi harus dibarengi dengan kemampuan menahan tekanan dan tantangan yang tak terhindarkan.

Menyertai pesan kunci, Anggito menunjukkan sisi lain dari dirinya sebagai seniman dengan memainkan alat musik flute. Ia membawakan tiga lagu, termasuk "Selalu Ada di Nadimu" dari film JUMBO, "Burung Camar" ciptaan Vina Panduwinata, dan versi NIDJI dari soundtrack Laskar Pelangi. Penampilan ini menjadi bagian dari cara dia menyampaikan pesan bahwa keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi juga penting dalam meraih tujuan jangka panjang.

Pesan pertama yang disampaikan menekankan perlunya ketangguhan mental. Anggito menyampaikan bahwa dunia memang keras, dan setiap orang akan menghadapi badai dalam perjalanan hidupnya—entah berupa kegagalan, kritik, atau tekanan. Namun, yang menentukan adalah bagaimana seseorang bangkit dari setiap cobaan. Ia menekankan bahwa keberhasilan bukan tentang tidak pernah jatuh, melainkan mampu bangkit dan terus melangkah.

Pesan kedua menekankan pentingnya pembelajaran dari pengalaman nyata. Ia menekankan bahwa setiap kegagalan membawa pelajaran berharga, dan tidak cukup hanya mendengar cerita sukses dari orang lain. Anak muda harus aktif mencari pengalaman, baik melalui pekerjaan, usaha, maupun tantangan pribadi, karena dari situ lahir kebijaksanaan yang tak tergantikan.

Pesan terakhir menyentuh nilai kerja keras yang konsisten. Anggito berbagi pengalamannya saat menjabat pejabat di Kementerian Keuangan, di mana ia bekerja hingga larut malam tanpa jeda. Ia menekankan bahwa hasil yang diraih bukan hasil instan, melainkan buah dari proses panjang dan dedikasi. "Bahagia tidak harus sempurna," ujarnya, menegaskan bahwa kepuasan lahir dari usaha yang tulus, bukan dari pencapaian akhir semata.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya