Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kebakaran Landa Dua Rumah di Wakontu Akibat Kompor Tak Dimatikan

Kebakaran hebat terjadi di Desa Wakontu, Muna Barat, menyebabkan dua rumah hangus karena kompor gas ditinggalkan menyala setelah memasak.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 22.20 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 14x dibuka
Kebakaran Landa Dua Rumah di Wakontu Akibat Kompor Tak Dimatikan
Foto: Foto lokal iNarasikita

Kendari, ıNarasikita - Peristiwa kebakaran yang melanda dua unit rumah di Desa Wakontu, Kecamatan Muna Barat, terjadi pada Selasa petang, 12 Maret 2024, sekitar pukul 17.30 WITA. Api berasal dari kompor gas yang ditinggalkan menyala setelah pemilik rumah selesai memasak. Tanpa intervensi cepat, api cepat menjalar ke bagian rumah yang terbuat dari bahan mudah terbakar, menyebabkan seluruh struktur kedua rumah rusak total.

Petugas pemadam kebakaran dari Pos Pemadam Muna Barat tiba di lokasi dalam waktu kurang dari 20 menit setelah laporan diterima. Meski upaya penyelamatan dilakukan, api sudah merambat ke seluruh bagian bangunan, mengakibatkan dua rumah yang berdekatan hangus. Tidak ada korban jiwa, namun dua keluarga terdampak kehilangan semua perabotan dan dokumen penting.

Kepala Pelaksana BPBD Muna Barat, Muh. Amin, membenarkan kejadian tersebut dan menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mematikan alat rumah tangga setelah digunakan. “Kami mengimbau semua warga untuk selalu memeriksa kembali peralatan listrik dan gas sebelum meninggalkan rumah. Kebakaran seperti ini bisa dicegah dengan kebiasaan sederhana,” ujarnya.

Kebakaran ini menjadi peringatan serius atas bahaya yang mengintai dari kelalaian kecil dalam aktivitas sehari-hari. Dalam beberapa tahun terakhir, kebakaran akibat kompor gas yang ditinggalkan menyala menjadi salah satu penyebab utama kejadian serupa di wilayah pedesaan. Pemda setempat kini berencana menggelar kampanye kesadaran kebakaran melalui posyandu dan kantor desa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya