Pencegahan Kerusakan Smartphone Akibat Abu Vulkanik
Pengguna perangkat elektronik diminta segera membersihkan smartphone setelah terpapar abu vulkanik untuk mencegah kerusakan permanen akibat partikel tajam dan risiko korsleting.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 19.33 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 16x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Setelah erupsi Gunung Anak Krakatau, masyarakat di wilayah Sulawesi Tenggara perlu waspada terhadap dampak abu vulkanik yang berpotensi merusak perangkat elektronik, termasuk smartphone. Partikel abu vulkanik memiliki struktur tajam yang mampu menggores permukaan sensitif perangkat, bahkan jika perangkat telah dilengkapi sertifikasi ketahanan IP68. Hal ini menyoroti pentingnya pembersihan rutin, terutama setelah beraktivitas di luar ruangan saat abu masih menyebar.
Menurut pakar dari Samsung Electronics Indonesia, langkah paling aman adalah mematikan perangkat sebelum dilakukan pembersihan. Ini untuk menghindari risiko korsleting listrik akibat abu yang masuk ke dalam sela-sela perangkat. Pengguna disarankan menunggu hingga hujan abu berhenti sebelum mulai membersihkan, agar tidak terpapar kembali saat proses pembersihan berlangsung.
Pembersihan dapat dilakukan dengan sikat lembut atau udara bertekanan rendah untuk menghindari gesekan berlebih yang dapat merusak layar atau komponen internal. Menghindari penggunaan air atau cairan berbasis air sangat penting, karena abu yang basah dapat menjadi konduktor listrik dan memicu hubungan arus pendek pada kontak listrik yang terbuka.
Untuk perangkat yang tidak digunakan, sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup atau dilindungi dengan plastik pelindung untuk mencegah abu masuk. Sistem ventilasi dan port perangkat juga perlu diperhatikan, karena penumpukan abu dapat mengganggu sistem pendinginan dan mengurangi kinerja perangkat.
Tujuan utama dari langkah-langkah ini adalah menjaga fungsi perangkat secara optimal dalam jangka panjang. Meskipun perangkat modern dirancang tahan terhadap debu dan partikel kecil, paparan abu vulkanik dalam waktu lama tetap berisiko merusak komponen internal. Pencegahan sejak dini tetap menjadi kunci utama dalam menjaga keandalan perangkat elektronik di tengah kondisi alam yang tidak menentu.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Dorong Digitalisasi Pembiayaan UMKM dan Pertanian Sultra
OJK mempercepat transformasi digital pembiayaan sektor UMKM dan pertanian di Sultra untuk tingkatkan kontribusi ekonomi daerah terhadap nasional.
25 Oktober 2026

Aliansi Masyarakat Amberi Desak RDP Terbuka Soal PLTD Lambuya
Masyarakat Ring 1 Desa Amberi menolak kehadiran PLTD Lambuya dan mendesak DPRD Konawe gelar RDP terbuka untuk klarifikasi perizinan, dampak lingkungan, serta penggunaan dana CSR.
25 Oktober 2026

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Gelaran Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Kendari berhasil tingkatkan inklusi keuangan Sultra menjadi 85,52 persen dari 83 persen tahun sebelumnya.
24 Oktober 2026

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Seorang ibu dari Sulawesi Tenggara berusia 55 tahun mendampingi dua anaknya yang lulusan sarjana mencari pekerjaan melalui job fair di Jakarta, mengungkap kesulitan pasar kerja modern yang ketat meski kualifikasi tinggi.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

MHTG Tuntaskan Topping Off, Siapkan Pusat Kanker Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Diskon Hingga Jutaan Rupiah untuk Mesin Cuci dan Kulkas di Transmart
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.43 WITA

Moto3 Australia 2026 Batal, Veda Ega Kecewa, Danish Dapat Keuntungan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Klasemen MotoGP 2026 Stabil Usai Australia Batal Digelar
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Topan Champi Ancam Taiwan dan Jepang, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Demonstrasi Massal Prancis Tertahan, Ratusan Ribu Jatuhkan Kritik pada Kebijakan Pemerintah
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.31 WITA

Singapura Pertahankan Komitmen Kontrak Meski Ekspor Gas Dipangkas
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.30 WITA

