Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Realisasi Anggaran BNPB Capai Rp2,6 Triliun, Purbaya Siap Respons Permintaan Tambahan

Realisasi anggaran BNPB mencapai Rp2,6 triliun hingga September, dengan potensi peningkatan karena sejumlah dana belum dilaporkan secara lengkap.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 19.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Realisasi Anggaran BNPB Capai Rp2,6 Triliun, Purbaya Siap Respons Permintaan Tambahan
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Realisasi anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mencapai sebesar Rp2,6 triliun per awal September, menunjukkan kecepatan penyaluran dana untuk penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan angka tersebut masih bisa bertambah karena sejumlah pencairan masih dalam proses pelaporan, terutama yang terkait dengan penanganan darurat yang sedang berlangsung.

Pagu anggaran BNPB secara keseluruhan mencapai Rp5,7 triliun, dengan sekitar Rp950 miliar disiapkan sebagai dana siap pakai untuk penanganan bencana mendesak. Dengan mekanisme khusus yang diberlakukan, dana ini dirancang untuk digunakan secara cepat tanpa proses panjang, sehingga mempercepat respons pemerintah terhadap bencana alam maupun nonalam.

Meski belum ada permintaan tambahan anggaran dari BNPB, Purbaya menegaskan pemerintah tetap siap menambah alokasi jika dana siap pakai mulai menipis dan lembaga tersebut mengajukan permohonan resmi. "Jika BNPB meminta, kita akan evaluasi dan pertimbangkan. Ketersediaan dana bencana bukan masalah teknis, tetapi kewajiban kemanusiaan," ujarnya dalam keterangan di Jakarta Utara.

Pembayaran dana bencana dikelola secara khusus, berbeda dari proses belanja pemerintah biasa, dengan fokus pada kecepatan dan efektivitas. Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan pencairan dana dilakukan semaksimal mungkin demi mengurangi beban masyarakat yang terdampak bencana.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya