Realisasi Anggaran BNPB Capai Rp2,6 Triliun, Purbaya Siap Respons Permintaan Tambahan
Realisasi anggaran BNPB mencapai Rp2,6 triliun hingga September, dengan potensi peningkatan karena sejumlah dana belum dilaporkan secara lengkap.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 19.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Realisasi anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mencapai sebesar Rp2,6 triliun per awal September, menunjukkan kecepatan penyaluran dana untuk penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan angka tersebut masih bisa bertambah karena sejumlah pencairan masih dalam proses pelaporan, terutama yang terkait dengan penanganan darurat yang sedang berlangsung.
Pagu anggaran BNPB secara keseluruhan mencapai Rp5,7 triliun, dengan sekitar Rp950 miliar disiapkan sebagai dana siap pakai untuk penanganan bencana mendesak. Dengan mekanisme khusus yang diberlakukan, dana ini dirancang untuk digunakan secara cepat tanpa proses panjang, sehingga mempercepat respons pemerintah terhadap bencana alam maupun nonalam.
Meski belum ada permintaan tambahan anggaran dari BNPB, Purbaya menegaskan pemerintah tetap siap menambah alokasi jika dana siap pakai mulai menipis dan lembaga tersebut mengajukan permohonan resmi. "Jika BNPB meminta, kita akan evaluasi dan pertimbangkan. Ketersediaan dana bencana bukan masalah teknis, tetapi kewajiban kemanusiaan," ujarnya dalam keterangan di Jakarta Utara.
Pembayaran dana bencana dikelola secara khusus, berbeda dari proses belanja pemerintah biasa, dengan fokus pada kecepatan dan efektivitas. Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan pencairan dana dilakukan semaksimal mungkin demi mengurangi beban masyarakat yang terdampak bencana.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


