IHSG Melonjak 1% ke Level 6.687 di Awal Sesi Perdagangan
Indeks Harga Saham Gabungan naik 1,02% menjadi 6.687,03 didorong penguatan saham besar, terutama perbankan, serta aktivitas pasar yang tinggi.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 19.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 1,02% pada perdagangan Selasa (8/9/2026), menembus level 6.687,03 di awal sesi. Penguatan ini didorong oleh kenaikan hampir seluruh sektor saham, dengan pergerakan positif dominan pada emiten berkapitalisasi besar, terutama di sektor perbankan. Kenaikan indeks juga mencerminkan sentimen positif yang muncul dari aktivitas perdagangan yang cukup tinggi, dengan volume saham mencapai 25,08 miliar lembar, nilai transaksi Rp10,02 triliun, dan frekuensi perdagangan sebanyak 1,592 juta kali.
Dari sisi sektor, bahan baku menjadi yang paling menguat dengan kenaikan 1,57%, diikuti finansial yang naik 1,08%. Sementara itu, sektor energi, konsumer primer, industri, kesehatan, properti, teknologi, utilitas, dan konsumer non-primer juga mengalami kenaikan, meskipun dengan tingkat yang lebih rendah. Pergerakan positif ini menunjukkan konsensus yang kuat di pasar, dengan indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.696,28, hanya 4 poin di bawah ambang psikologis 6.700.
Kontribusi terbesar terhadap penguatan indeks berasal dari saham-saham utama. Bank Central Asia (BBCA) menjadi penopang utama dengan kontribusi 11,73 poin indeks, berada di level harga 6.750. Diikuti Sinar Mas Multiartha (SMMA) dengan kontribusi 7,27 poin, Amman Mineral Internasional (AMMN) 7,17 poin, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) 4,66 poin, Merdeka Copper Gold (MDKA) 3,72 poin, dan Bank Mandiri (BMRI) 3,47 poin. Pergerakan kuat dari emiten-emiten ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap kinerja perusahaan besar.
Dari sisi aliran modal asing, hingga sesi I tercatat net buy sebesar Rp83,37 miliar, dengan nilai pembelian mencapai Rp2,14 triliun dan penjualan sebesar Rp2,06 triliun. Saham BBCA menjadi yang paling banyak dibeli asing dengan net buy Rp112,57 miliar, disusul AMMN (Rp109,34 miliar) dan BBRI (Rp74,54 miliar). Asing juga melakukan net buy pada ENRG dan RATU masing-masing Rp37,88 miliar dan Rp26,39 miliar. Di sisi lain, saham BRMS menjadi tekanan terbesar dengan kontribusi negatif 2,37 poin indeks, diikuti BELI (1,44 poin) dan BBNI (1,05 poin).
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


