Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Melonjak 1% ke Level 6.687 di Awal Sesi Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan naik 1,02% menjadi 6.687,03 didorong penguatan saham besar, terutama perbankan, serta aktivitas pasar yang tinggi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 19.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IHSG Melonjak 1% ke Level 6.687 di Awal Sesi Perdagangan
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 1,02% pada perdagangan Selasa (8/9/2026), menembus level 6.687,03 di awal sesi. Penguatan ini didorong oleh kenaikan hampir seluruh sektor saham, dengan pergerakan positif dominan pada emiten berkapitalisasi besar, terutama di sektor perbankan. Kenaikan indeks juga mencerminkan sentimen positif yang muncul dari aktivitas perdagangan yang cukup tinggi, dengan volume saham mencapai 25,08 miliar lembar, nilai transaksi Rp10,02 triliun, dan frekuensi perdagangan sebanyak 1,592 juta kali.

Dari sisi sektor, bahan baku menjadi yang paling menguat dengan kenaikan 1,57%, diikuti finansial yang naik 1,08%. Sementara itu, sektor energi, konsumer primer, industri, kesehatan, properti, teknologi, utilitas, dan konsumer non-primer juga mengalami kenaikan, meskipun dengan tingkat yang lebih rendah. Pergerakan positif ini menunjukkan konsensus yang kuat di pasar, dengan indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.696,28, hanya 4 poin di bawah ambang psikologis 6.700.

Kontribusi terbesar terhadap penguatan indeks berasal dari saham-saham utama. Bank Central Asia (BBCA) menjadi penopang utama dengan kontribusi 11,73 poin indeks, berada di level harga 6.750. Diikuti Sinar Mas Multiartha (SMMA) dengan kontribusi 7,27 poin, Amman Mineral Internasional (AMMN) 7,17 poin, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) 4,66 poin, Merdeka Copper Gold (MDKA) 3,72 poin, dan Bank Mandiri (BMRI) 3,47 poin. Pergerakan kuat dari emiten-emiten ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap kinerja perusahaan besar.

Dari sisi aliran modal asing, hingga sesi I tercatat net buy sebesar Rp83,37 miliar, dengan nilai pembelian mencapai Rp2,14 triliun dan penjualan sebesar Rp2,06 triliun. Saham BBCA menjadi yang paling banyak dibeli asing dengan net buy Rp112,57 miliar, disusul AMMN (Rp109,34 miliar) dan BBRI (Rp74,54 miliar). Asing juga melakukan net buy pada ENRG dan RATU masing-masing Rp37,88 miliar dan Rp26,39 miliar. Di sisi lain, saham BRMS menjadi tekanan terbesar dengan kontribusi negatif 2,37 poin indeks, diikuti BELI (1,44 poin) dan BBNI (1,05 poin).

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya