Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil

Kenaikan harga produk Apple akibat kelangkaan chip memori berdampak pada penjualan ritel, namun loyalitas pelanggan dan rilis produk baru menjaga stabilitas permintaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kenaikan harga berbagai produk Apple, termasuk iPhone, iPad, dan Apple Watch, disebabkan oleh kelangkaan komponen chip memori yang masih terjadi di pasar global. Dampak ini tidak hanya terjadi pada satu merek, melainkan merata di seluruh lini elektronik yang bergantung pada chipset langka. Retail Director PT Global Astha Niaga, Alvin Hariraharjdo, mengungkapkan bahwa kenaikan harga tersebut telah memengaruhi penjualan di gerai retail seperti hello Store, meskipun secara keseluruhan volume transaksi belum menunjukkan penurunan signifikan.

Meski demikian, Alvin menegaskan bahwa basis pengguna setia Apple tetap kuat, terutama di segmen iPhone. Bahkan dalam kondisi harga yang meningkat, permintaan terhadap model iPhone standar tetap tinggi. Ia menyebut bahwa konsumen loyalist cenderung tetap membeli produk baru meskipun ada kenaikan harga, terutama jika disertai fitur atau inovasi yang dianggap menarik.

Produk-produk lain dari Apple seperti MacBook dan Apple Watch juga diproyeksikan mengalami kenaikan harga seiring dengan keterbatasan pasokan chip. Namun, Alvin tidak merinci varian tertentu yang paling terdampak maupun besaran kenaikan persentase. Ia berharap kelangkaan komponen tersebut dapat segera teratasi, sehingga harga pasar kembali stabil dan mendorong peningkatan permintaan secara menyeluruh.

Keberhasilan penjualan Apple di kuartal kedua 2026 dibuktikan oleh data Counterpoint, yang menunjukkan bahwa iPhone 17 standar menjadi smartphone terlaris dunia dengan kontribusi 6 persen dari total penjualan global. Tiga model teratas, termasuk iPhone 17 Pro dan Pro Max, mendominasi peringkat penjualan di sejumlah pasar utama seperti India, Jepang, Timur Tengah, Afrika, dan Korea Selatan. Kenaikan permintaan juga didukung oleh program tukar tambah dan promosi operator yang memperluas aksesibilitas produk.

Dengan rilis produk terbaru yang dijadwalkan pada 9 September, Alvin menyampaikan harapan agar inovasi baru mampu menyeimbangkan dampak negatif dari kenaikan harga. Ia menilai bahwa kehadiran produk yang menarik dapat memicu minat konsumen dan memperkuat posisi Apple di pasar, meskipun tekanan biaya tetap menjadi tantangan utama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya