Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Dokter spesialis anak menekankan pentingnya deteksi dini gejala iritasi pernapasan pada anak akibat paparan abu vulkanik, terutama pada yang memiliki riwayat asma atau alergi.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Paparan abu vulkanik yang muncul akibat erupsi gunung berapi tidak hanya mengganggu kualitas udara, tetapi juga membawa risiko serius bagi kesehatan pernapasan anak-anak. Partikel halus yang terkandung dalam abu—termasuk pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik—dapat dengan mudah masuk ke saluran pernapasan saat dihirup. Kondisi ini berpotensi memicu iritasi akut, terutama pada kelompok rentan seperti anak dengan gangguan pernapasan kronis.
Gejala awal yang sering muncul meliputi batuk persisten, bersin, hidung meler, hingga sesak napas ringan. Pada anak dengan riwayat asma atau alergi saluran napas, paparan abu dapat memicu eksaserbasi atau serangan akut yang berpotensi mengancam jiwa. Dokter spesialis anak menekankan bahwa gejala tersebut bukan sekadar gangguan ringan, melainkan tanda bahaya yang perlu segera ditangani.
Orang tua diminta waspada terhadap tanda-tanda pernapasan yang mengkhawatirkan, seperti napas yang terlalu cepat, tarikan dinding dada saat menarik napas, atau saturasi oksigen di bawah 94 persen. Dalam kondisi seperti ini, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat tanpa menunda. Deteksi dini dan penanganan tepat menjadi kunci untuk mencegah komplikasi serius.
Untuk meminimalkan paparan, anak disarankan tetap berada di dalam ruangan yang tertutup rapat. Penggunaan AC sebaiknya dalam mode recirculation agar tidak menghisap udara luar yang tercemar. Hindari penggunaan kipas angin yang justru dapat mengangkat partikel abu yang sudah menempel di permukaan. Saat membersihkan, gunakan kain basah bukan sapu kering agar abu tidak beterbangan kembali.
Selain perlindungan fisik, pastikan anak tetap terhidrasi dan mendapatkan nutrisi cukup. Obat rutin dan obat darurat bagi penderita asma atau alergi harus selalu tersedia. Hindari juga paparan asap rokok dan asap dapur yang dapat memperparah iritasi saluran napas. Upaya pencegahan dan kesadaran orang tua menjadi fondasi utama dalam melindungi kesehatan anak selama masa erupsi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Paparan abu vulkanik sering memicu iritasi saluran napas, termasuk gatal dan batuk; berikut cara alami meredakannya secara efektif.
9 September 2026

Warga 17 Tahun Dapat Rekening Otomatis Disertai Dana Awal Rp50 Ribu
Pemerintah siapkan rekening bank otomatis bagi warga usia 17 tahun dengan saldo awal Rp50 ribu, terhubung ke NIK, sebagai langkah inklusi keuangan dan digitalisasi ekonomi.
9 September 2026

Singapura Naikkan Gaji Pejabat Meski Ekonomi Tidak Merata
Singapura mengumumkan kenaikan gaji hingga 9% untuk menteri dan anggota parlemen, meski pertumbuhan ekonomi tidak merata dan tekanan inflasi masih tinggi.
9 September 2026

SPP-TDLN Mulai Berlaku 10 September 2026
Kebijakan pemungutan PPN atas transaksi digital luar negeri resmi diberlakukan mulai esok hari, dengan peran utama bank milik negara dalam pelaksanaannya.
9 September 2026
Berita Lainnya

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Pabrik BYD Subang Beroperasi, Harga Mobil Listrik Tak Turun Langsung
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Purbaya Tegaskan Restitusi Pajak Akan Diperbaiki
Rabu, 9 September 2026, 11.35 WITA


