Purbaya Buka Strategi Optimisme untuk Bangkitkan Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan alasan di balik pesimisme awal yang disebut terlalu optimistis, sebagai bagian dari strategi membentuk ekspektasi positif ekonomi.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 11.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Republik Indonesia, mengungkapkan bahwa sikapnya yang kerap dianggap terlalu optimistis di awal jabatan bukan sekadar kepercayaan diri, melainkan langkah terencana untuk membangun ekspektasi positif terhadap perekonomian nasional. Ia menyatakan bahwa kepercayaan publik dan pelaku pasar menjadi kunci dalam mendorong konsumsi, investasi, serta ekspansi bisnis. Dalam konteks ini, ia mengacu pada prinsip ekonomi makro yang menekankan bahwa ekspektasi dapat menjadi katalisator realitas ekonomi.
Ia menegaskan bahwa kebijakan komunikasi yang proaktif dan berani menyampaikan proyeksi positif dirancang sebagai respons terhadap kondisi negatif yang sempat melanda ekonomi pasca-gejolak sosial. “Saya harus segera mengembalikan kepercayaan masyarakat dan pasar. Dengan membentuk ekspektasi yang optimistis, saya berharap keputusan ekonomi akan bergerak ke arah yang lebih stabil dan tumbuh,” ujarnya. Menurut Purbaya, jika semua pihak percaya ekonomi akan membaik, maka perilaku ekonomi akan mengikuti pola tersebut, menciptakan lingkaran positif.
Hasil dari strategi ini mulai terlihat dalam data pertumbuhan ekonomi. Setelah bertahun-tahun stagnan di sekitar 5 persen, pertumbuhan pada kuartal IV tahun lalu mencapai 5,39 persen, diikuti 5,61 persen pada triwulan pertama, dan 5,29 persen pada triwulan kedua. Meski ada sedikit penurunan di triwulan II, Purbaya menilainya sebagai dampak dari tekanan global, bukan indikasi kegagalan kebijakan. Ia optimistis pertumbuhan akan kembali menguat dan mendekati angka 6 persen pada akhir tahun ini.
Di samping kinerja ekonomi, Purbaya juga menyampaikan perubahan fisik sebagai cerminan beban kerja yang berat. Dari berat badan 102 kilogram saat menjabat, kini ia turun menjadi 88 kilogram, menunjukkan konsistensi dalam menjalankan tugas. Ia menyebut bahwa posisinya sebagai ilmuwan ekonomi justru semakin terasa menyenangkan karena bisa menguji teori-teori yang selama ini dipelajari secara langsung di lapangan, dengan hasil yang sejalan dengan harapan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Dokter spesialis anak menekankan pentingnya deteksi dini gejala iritasi pernapasan pada anak akibat paparan abu vulkanik, terutama pada yang memiliki riwayat asma atau alergi.
9 September 2026

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Paparan abu vulkanik sering memicu iritasi saluran napas, termasuk gatal dan batuk; berikut cara alami meredakannya secara efektif.
9 September 2026

Warga 17 Tahun Dapat Rekening Otomatis Disertai Dana Awal Rp50 Ribu
Pemerintah siapkan rekening bank otomatis bagi warga usia 17 tahun dengan saldo awal Rp50 ribu, terhubung ke NIK, sebagai langkah inklusi keuangan dan digitalisasi ekonomi.
9 September 2026

Singapura Naikkan Gaji Pejabat Meski Ekonomi Tidak Merata
Singapura mengumumkan kenaikan gaji hingga 9% untuk menteri dan anggota parlemen, meski pertumbuhan ekonomi tidak merata dan tekanan inflasi masih tinggi.
9 September 2026
Berita Lainnya

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Pabrik BYD Subang Beroperasi, Harga Mobil Listrik Tak Turun Langsung
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

SPP-TDLN Mulai Berlaku 10 September 2026
Rabu, 9 September 2026, 11.35 WITA


