Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Singapura Naikkan Gaji Pejabat Meski Ekonomi Tidak Merata

Singapura mengumumkan kenaikan gaji hingga 9% untuk menteri dan anggota parlemen, meski pertumbuhan ekonomi tidak merata dan tekanan inflasi masih tinggi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 11.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Singapura Naikkan Gaji Pejabat Meski Ekonomi Tidak Merata
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Singapura resmi mengesahkan penyesuaian gaji bagi para pejabat politik, termasuk perdana menteri, wakil perdana menteri, menteri, dan anggota parlemen, dengan kenaikan maksimal hingga 9% mulai 15 Oktober. Keputusan ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Lawrence Wong dalam pernyataan resmi, menegaskan bahwa penyesuaian ini bukanlah penyesuaian rutin, melainkan penyesuaian satu kali yang berdasarkan pertimbangan kinerja dan kondisi masing-masing pejabat.

Gaji perdana menteri yang saat ini berada di kisaran S$2,2 juta per tahun akan naik menjadi S$3,6 juta, sementara gaji wakil perdana menteri naik dari S$1,87 juta menjadi S$3,06 juta. Menteri tingkat tertinggi (MR1) akan menerima kenaikan dari S$1,76 juta menjadi S$2,88 juta per tahun, sedangkan menteri di level MR2, MR3, dan MR4 mengalami kenaikan berturut-turut dari S$1,54 juta, S$1,32 juta, hingga S$1,1 juta menjadi S$2,52 juta, S$2,34 juta, dan S$1,8 juta.

Penyesuaian juga berlaku bagi pejabat tinggi negara dan anggota parlemen. Sekretaris Parlemen Senior akan menerima gaji baru sebesar S$810.000, naik dari S$572.000, sementara sekretaris parlemen naik dari S$418.000 menjadi S$630.000. Anggota parlemen pula mengalami kenaikan dari S$192.500 menjadi S$250.000 per tahun. Setiap pejabat akan ditempatkan dalam kisaran gaji berdasarkan tanggung jawab dan kinerja, dengan kemungkinan promosi atau penyesuaian tahunan berdasarkan penilaian kinerja individu.

Meski demikian, kebijakan ini menuai kritik karena terjadi di tengah ketidakmerataan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan PDB Singapura mencapai 5,7% secara tahunan pada kuartal II-2026, tetapi pertumbuhan ini tidak merata. Sektor manufaktur dan logistik, terutama ekspor elektronik, tumbuh pesat—dengan ekspor nonmigas elektronik melonjak 112%—sementara sektor ritel, makanan dan minuman, serta jasa konsumsi mengalami stagnasi atau kontraksi. Sektor yang padat karya justru mengalami tekanan akibat biaya operasional tinggi dan sentimen konsumen yang lesu.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya