Bank Mandiri Siapkan Dividen Interim Rp6,16 Triliun
Bank Mandiri menetapkan pembagian dividen interim 2026 senilai Rp6,16 triliun, didukung kinerja keuangan solid dan pertumbuhan kredit yang sehat.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 11.34 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Direksi Bank Mandiri (Persero) Tbk. resmi menyetujui pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp66 per saham, total mencapai Rp6,16 triliun. Keputusan ini telah disetujui oleh Dewan Komisaris pada 3 September 2026 dan menjadi bagian dari strategi pengelolaan keuangan yang berkelanjutan. Dengan pembagian ini, total distribusi dividen Bank Mandiri sepanjang tahun 2026 mencapai sekitar Rp50,63 triliun, termasuk pembayaran dividen tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun.
Pertumbuhan kinerja perusahaan tercermin dari penyaluran kredit hingga Agustus 2026 yang tumbuh 17,6 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, mencapai Rp1.592 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 17,6 persen YoY menjadi Rp1.687 triliun. Total aset perusahaan juga meningkat 20,7 persen YoY menjadi Rp2.358 triliun, sementara laba bersih naik 22,3 persen menjadi Rp37,5 triliun.
Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 1,00 persen, menunjukkan pengelolaan risiko yang konsisten. Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menegaskan bahwa pembagian dividen ini dilakukan secara hati-hati, dengan mempertimbangkan kebutuhan pertumbuhan bisnis, kecukupan modal, likuiditas, dan keseimbangan keuangan perusahaan.
Jadwal pembayaran dividen interim telah ditetapkan, dengan cum dividend di Pasar Reguler dan Negosiasi pada 15 September 2026, ex dividend pada 16 September, cum dividend di Pasar Tunai pada 17 September, dan ex dividend pada 18 September. Tanggal pencatatan (recording date) ditetapkan pada 17 September, sedangkan pembayaran dilakukan pada 2 Oktober 2026. Semua proses dilaksanakan sesuai aturan pasar modal, transparan, dan akuntabel.
Pembagian dividen ini menunjukkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan yang kuat serta bentuk apresiasi terhadap kepercayaan pemegang saham, termasuk investor ritel. Bank Mandiri menegaskan bahwa distribusi dividen tidak akan mengganggu operasional, keuangan, maupun kelangsungan usaha, serta tetap menjaga ruang untuk ekspansi kredit ke sektor-sektor produktif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Dokter spesialis anak menekankan pentingnya deteksi dini gejala iritasi pernapasan pada anak akibat paparan abu vulkanik, terutama pada yang memiliki riwayat asma atau alergi.
9 September 2026

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Paparan abu vulkanik sering memicu iritasi saluran napas, termasuk gatal dan batuk; berikut cara alami meredakannya secara efektif.
9 September 2026

Warga 17 Tahun Dapat Rekening Otomatis Disertai Dana Awal Rp50 Ribu
Pemerintah siapkan rekening bank otomatis bagi warga usia 17 tahun dengan saldo awal Rp50 ribu, terhubung ke NIK, sebagai langkah inklusi keuangan dan digitalisasi ekonomi.
9 September 2026

Singapura Naikkan Gaji Pejabat Meski Ekonomi Tidak Merata
Singapura mengumumkan kenaikan gaji hingga 9% untuk menteri dan anggota parlemen, meski pertumbuhan ekonomi tidak merata dan tekanan inflasi masih tinggi.
9 September 2026
Berita Lainnya

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Pabrik BYD Subang Beroperasi, Harga Mobil Listrik Tak Turun Langsung
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

SPP-TDLN Mulai Berlaku 10 September 2026
Rabu, 9 September 2026, 11.35 WITA


