Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Jual Bersih BUMI, TPIA Meski IHSG Melesat

Investor asing catatkan penjualan bersih besar di saham BUMI, TPIA, dan BBNI meski IHSG naik 1,01% pada perdagangan Selasa, menunjukkan aksi ambil untung di tengah reli pasar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 11.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Asing Jual Bersih BUMI, TPIA Meski IHSG Melesat
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Selasa (8/9/2026) dengan kenaikan 1,01% ke level 6.686,44, didukung oleh kenaikan di seluruh sektor yang bergerak menghijau. Di tengah penguatan pasar, terjadi pergerakan yang terlihat kontras antara arus modal asing secara keseluruhan dan distribusi aksi jual di sejumlah emiten tertentu. Secara total, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp4,67 triliun, melampaui penjualan bersih sebesar Rp4,27 triliun, sehingga membukukan net buy sebesar Rp398,12 miliar di seluruh pasar.

Namun, di tengah tren positif tersebut, sejumlah saham justru menjadi sasaran penjualan besar dari investor asing. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham dengan penjualan bersih terbesar, mencapai Rp178,07 miliar. Di posisi kedua, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tercatat sebagai penjual bersih Rp85,79 miliar, disusul PT Astra International Tbk (ASII) dengan Rp69,58 miliar dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp49,08 miliar. BBNI juga turut menjadi salah satu pemberat indeks hari ini dengan kontribusi negatif sebesar 1,05 poin.

Sementara itu, saham-saham sektor komoditas seperti PT Timah Tbk (TINS) dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) juga mengalami tekanan jual asing yang signifikan, meski sektor bahan baku secara keseluruhan menjadi penopang utama penguatan IHSG. Adanya penjualan bersih besar pada emiten-emiten ini terjadi bersamaan dengan kenaikan indeks, yang mengindikasikan adanya strategi ambil untung (profit taking) di tengah reli pasar.

Tercatat pula PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), yang merupakan afiliasi BUMI, menjadi salah satu pemberat indeks dengan kontribusi negatif sebesar 2,37 poin. Hal ini menunjukkan adanya ketegangan antara kinerja sektor komoditas secara makro dan persepsi pasar terhadap emiten tertentu. Meski pasar secara umum bergerak positif, keputusan investasi asing menunjukkan preferensi yang berbeda di level emiten.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya