Asing Jual Bersih BUMI, TPIA Meski IHSG Melesat
Investor asing catatkan penjualan bersih besar di saham BUMI, TPIA, dan BBNI meski IHSG naik 1,01% pada perdagangan Selasa, menunjukkan aksi ambil untung di tengah reli pasar.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 11.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Selasa (8/9/2026) dengan kenaikan 1,01% ke level 6.686,44, didukung oleh kenaikan di seluruh sektor yang bergerak menghijau. Di tengah penguatan pasar, terjadi pergerakan yang terlihat kontras antara arus modal asing secara keseluruhan dan distribusi aksi jual di sejumlah emiten tertentu. Secara total, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp4,67 triliun, melampaui penjualan bersih sebesar Rp4,27 triliun, sehingga membukukan net buy sebesar Rp398,12 miliar di seluruh pasar.
Namun, di tengah tren positif tersebut, sejumlah saham justru menjadi sasaran penjualan besar dari investor asing. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham dengan penjualan bersih terbesar, mencapai Rp178,07 miliar. Di posisi kedua, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tercatat sebagai penjual bersih Rp85,79 miliar, disusul PT Astra International Tbk (ASII) dengan Rp69,58 miliar dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp49,08 miliar. BBNI juga turut menjadi salah satu pemberat indeks hari ini dengan kontribusi negatif sebesar 1,05 poin.
Sementara itu, saham-saham sektor komoditas seperti PT Timah Tbk (TINS) dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) juga mengalami tekanan jual asing yang signifikan, meski sektor bahan baku secara keseluruhan menjadi penopang utama penguatan IHSG. Adanya penjualan bersih besar pada emiten-emiten ini terjadi bersamaan dengan kenaikan indeks, yang mengindikasikan adanya strategi ambil untung (profit taking) di tengah reli pasar.
Tercatat pula PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), yang merupakan afiliasi BUMI, menjadi salah satu pemberat indeks dengan kontribusi negatif sebesar 2,37 poin. Hal ini menunjukkan adanya ketegangan antara kinerja sektor komoditas secara makro dan persepsi pasar terhadap emiten tertentu. Meski pasar secara umum bergerak positif, keputusan investasi asing menunjukkan preferensi yang berbeda di level emiten.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Dokter spesialis anak menekankan pentingnya deteksi dini gejala iritasi pernapasan pada anak akibat paparan abu vulkanik, terutama pada yang memiliki riwayat asma atau alergi.
9 September 2026

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Paparan abu vulkanik sering memicu iritasi saluran napas, termasuk gatal dan batuk; berikut cara alami meredakannya secara efektif.
9 September 2026

Warga 17 Tahun Dapat Rekening Otomatis Disertai Dana Awal Rp50 Ribu
Pemerintah siapkan rekening bank otomatis bagi warga usia 17 tahun dengan saldo awal Rp50 ribu, terhubung ke NIK, sebagai langkah inklusi keuangan dan digitalisasi ekonomi.
9 September 2026

Singapura Naikkan Gaji Pejabat Meski Ekonomi Tidak Merata
Singapura mengumumkan kenaikan gaji hingga 9% untuk menteri dan anggota parlemen, meski pertumbuhan ekonomi tidak merata dan tekanan inflasi masih tinggi.
9 September 2026
Berita Lainnya

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Pabrik BYD Subang Beroperasi, Harga Mobil Listrik Tak Turun Langsung
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

SPP-TDLN Mulai Berlaku 10 September 2026
Rabu, 9 September 2026, 11.35 WITA


