Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi

Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 07.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Industri manufaktur Indonesia kembali menunjukkan tanda-tanda perlambatan pada Agustus 2026, dengan indeks manajer pembelian (PMI) berada di angka 49,8. Angka ini berada di bawah ambang batas 50, yang menandakan kondisi kontraksi dalam aktivitas produksi. Pencapaian tersebut mencerminkan penurunan aktivitas di sektor manufaktur dibandingkan bulan sebelumnya, meskipun masih dalam rentang yang relatif stabil dibandingkan periode sebelumnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa inflasi tahunan pada Agustus mencapai 3,19 persen, yang turut memengaruhi dinamika sektor manufaktur. Ia menekankan bahwa kondisi tersebut perlu diawasi secara ketat, terutama dalam konteks tekanan global yang masih tinggi. Namun, secara keseluruhan, stabilitas sistem jasa keuangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan eksternal.

Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2026 tercatat sebesar 5,29 persen secara tahunan, didorong oleh kinerja kuat dari investasi, belanja pemerintah, serta konsumsi rumah tangga. Ketiga komponen ini menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi yang tetap kokoh meski sektor manufaktur mengalami penurunan.

Friderica menyoroti risiko geopolitik global yang tetap menjadi ancaman, terutama konflik berkepanjangan di wilayah Iran dan penutupan Selat Hormuz yang mengganggu aliran energi dunia. Gangguan tersebut berdampak pada volatilitas harga minyak dan komoditas, yang berkontribusi terhadap tekanan inflasi global. Di samping itu, kondisi iklim ekstrem akibat El Nino yang berkepanjangan turut memperparah tekanan, dengan dampak berupa kekeringan dan kebakaran hutan di berbagai wilayah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya