Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman

Langkah tepat saat terpapar abu vulkanik mencakup menjauh dari sumber, membersihkan tubuh dengan hati-hati, dan segera ke dokter jika gejala memburuk.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ketika abu vulkanik menyebar akibat erupsi, paparannya tidak boleh dianggap ringan. Partikel halus ini dapat menempel di kulit, mata, dan terhirup tanpa disadari, berpotensi memicu gangguan kesehatan serius, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita gangguan pernapasan atau jantung. Paparan lanjutan dapat menimbulkan iritasi saluran pernapasan, mata merah, dan kulit kemerahan. Oleh karena itu, tindakan awal yang paling krusial adalah menghentikan paparan secepat mungkin.

Jika berada di area terdampak, segera masuk ke dalam ruangan tertutup dan tutup rapat jendela serta pintu untuk mencegah masuknya abu. Hindari aktivitas di luar ruangan selama erupsi berlangsung. Jika harus keluar, gunakan masker pelindung untuk menyaring partikel berbahaya. Peningkatan jumlah partikel yang terhirup akan meningkatkan risiko iritasi saluran napas, bahkan memperparah kondisi seperti asma atau penyakit jantung.

Setelah aman di dalam ruangan, segera bersihkan tubuh dan ganti pakaian. Gunakan air bersih untuk membersihkan wajah dan kulit, tetapi hindari menggosok secara kasar karena abu vulkanik bersifat abrasif dan dapat menyebabkan iritasi. Jika menggunakan makeup, bilas terlebih dahulu sebelum membersihkan produk secara perlahan. Untuk mata yang terkena abu, jangan dikucek. Bilas dengan air bersih secara perlahan, hindari penggunaan lensa kontak, dan gunakan tetes mata jika diperlukan.

Jika setelah bersih terasa nyeri, mata merah parah, sensitif terhadap cahaya, atau penglihatan terganggu, segera periksakan ke fasilitas kesehatan. Gejala tersebut bisa menandakan cedera pada kornea. Pembersihan area rumah juga harus dilakukan dengan hati-hati: gunakan masker, sarung tangan, dan pelindung mata, serta hindari menyapu karena abu bisa kembali beterbangan.

Gejala ringan seperti batuk atau iritasi hidung biasanya membaik setelah paparan dihentikan. Namun, jika muncul sesak napas, mengi, atau kesulitan bernapas yang berlanjut, jangan menunda kunjungan ke dokter. Pencegahan dan penanganan awal yang tepat sangat penting untuk menghindari komplikasi serius akibat paparan abu vulkanik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya