Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Langkah tepat saat terpapar abu vulkanik mencakup menjauh dari sumber, membersihkan tubuh dengan hati-hati, dan segera ke dokter jika gejala memburuk.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Ketika abu vulkanik menyebar akibat erupsi, paparannya tidak boleh dianggap ringan. Partikel halus ini dapat menempel di kulit, mata, dan terhirup tanpa disadari, berpotensi memicu gangguan kesehatan serius, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita gangguan pernapasan atau jantung. Paparan lanjutan dapat menimbulkan iritasi saluran pernapasan, mata merah, dan kulit kemerahan. Oleh karena itu, tindakan awal yang paling krusial adalah menghentikan paparan secepat mungkin.
Jika berada di area terdampak, segera masuk ke dalam ruangan tertutup dan tutup rapat jendela serta pintu untuk mencegah masuknya abu. Hindari aktivitas di luar ruangan selama erupsi berlangsung. Jika harus keluar, gunakan masker pelindung untuk menyaring partikel berbahaya. Peningkatan jumlah partikel yang terhirup akan meningkatkan risiko iritasi saluran napas, bahkan memperparah kondisi seperti asma atau penyakit jantung.
Setelah aman di dalam ruangan, segera bersihkan tubuh dan ganti pakaian. Gunakan air bersih untuk membersihkan wajah dan kulit, tetapi hindari menggosok secara kasar karena abu vulkanik bersifat abrasif dan dapat menyebabkan iritasi. Jika menggunakan makeup, bilas terlebih dahulu sebelum membersihkan produk secara perlahan. Untuk mata yang terkena abu, jangan dikucek. Bilas dengan air bersih secara perlahan, hindari penggunaan lensa kontak, dan gunakan tetes mata jika diperlukan.
Jika setelah bersih terasa nyeri, mata merah parah, sensitif terhadap cahaya, atau penglihatan terganggu, segera periksakan ke fasilitas kesehatan. Gejala tersebut bisa menandakan cedera pada kornea. Pembersihan area rumah juga harus dilakukan dengan hati-hati: gunakan masker, sarung tangan, dan pelindung mata, serta hindari menyapu karena abu bisa kembali beterbangan.
Gejala ringan seperti batuk atau iritasi hidung biasanya membaik setelah paparan dihentikan. Namun, jika muncul sesak napas, mengi, atau kesulitan bernapas yang berlanjut, jangan menunda kunjungan ke dokter. Pencegahan dan penanganan awal yang tepat sangat penting untuk menghindari komplikasi serius akibat paparan abu vulkanik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Partikel abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau barrier yang sudah rusak.
9 September 2026

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Penggunaan dua masker, terutama tipe bedah, dinilai bisa meningkatkan perlindungan dari abu vulkanik meski belum ada bukti ilmiah pasti.
9 September 2026

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Pemilik hewan peliharaan di lima provinsi terdampak harus segera lindungi anabul dari paparan abu vulkanik dengan langkah-langkah praktis dan preventif.
9 September 2026

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau memicu kekhawatiran kesehatan pernapasan, termasuk potensi silikosis akibat kandungan silika kristalin, meski risiko tersebut rendah dalam paparan singkat.
9 September 2026
Berita Lainnya

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Rabu, 9 September 2026, 07.33 WITA

Warga Saudi Jadi Korban Penusukan di Mayfair, Polisi Tangkap Pelaku
Rabu, 9 September 2026, 07.33 WITA


