PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Perta Arun Gas berhasil mencatatkan operasional dan kinerja finansial menjanjikan pada 2025, sejalan dengan posisi Singapura sebagai pusat pengolahan dan distribusi LNG di kawasan Asia.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Perta Arun Gas (PAG) telah menunjukkan kapasitas operasional yang setara dengan Singapura sebagai pusat pengelolaan gas alam cair (LNG) di kawasan Asia. Hal ini ditegaskan oleh Muhammad Yudi Setiawan, Direktur Keuangan dan Strategi PT Perta Arun Gas, yang menilai bahwa infrastruktur dan aktivitas yang dijalankan PAG mampu bersaing secara global dalam skala regional. PAG kini menjadi salah satu fasilitas LNG terbesar dan paling aktif di Asia, baik dari sisi volume maupun frekuensi kegiatan.
Salah satu keunggulan utama yang dimiliki PAG adalah layanan Gassing Up and Cooling Down (GUCD), yang menyediakan proses pengisian awal dan pendinginan tangki kapal LNG maupun fasilitas penyimpanan. Layanan ini tidak hanya menjadi nilai tambah dalam operasional, tetapi juga menjadi sumber pendapatan signifikan yang berkontribusi langsung kepada Pertamina. PAG telah menjalin kerja sama dengan dua pelanggan utama, TotalEnergies Gas & Power Asia Private Limited dan Kyushu Electric Power Company dari Jepang, yang turut menopang kinerja operasional tahunan.
Dalam periode 2025, PAG mencatatkan total 49 aktivitas operasional, terdiri dari 27 kegiatan unloading, 11 reloading, dan 11 sesi GUCD. Volume unloading mencapai 1,499 juta meter kubik atau setara 34,8 juta MMBTU, sementara reloading mencapai 1,162 juta meter kubik dengan nilai energi 27,016 juta MMBTU. Layanan GUCD sendiri menyerap 176.847,75 meter kubik, setara 4,1 juta MMBTU. Semua aktivitas ini mendukung pencapaian kinerja finansial yang positif.
PAG membukukan pendapatan sebesar US$105 juta pada tahun lalu, dengan laba bersih mencapai US$25,1 juta. Sebagai anak usaha dari Pertamina Group, PAG berhasil memberikan kontribusi positif dalam laporan konsolidasi sub holding gas. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa perusahaan telah memperkuat posisinya sebagai bagian integral dari ekosistem energi nasional dan regional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Partikel abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau barrier yang sudah rusak.
9 September 2026

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Penggunaan dua masker, terutama tipe bedah, dinilai bisa meningkatkan perlindungan dari abu vulkanik meski belum ada bukti ilmiah pasti.
9 September 2026

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Pemilik hewan peliharaan di lima provinsi terdampak harus segera lindungi anabul dari paparan abu vulkanik dengan langkah-langkah praktis dan preventif.
9 September 2026

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Langkah tepat saat terpapar abu vulkanik mencakup menjauh dari sumber, membersihkan tubuh dengan hati-hati, dan segera ke dokter jika gejala memburuk.
9 September 2026
Berita Lainnya

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Rabu, 9 September 2026, 07.33 WITA

Warga Saudi Jadi Korban Penusukan di Mayfair, Polisi Tangkap Pelaku
Rabu, 9 September 2026, 07.33 WITA


