Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Warga Saudi Jadi Korban Penusukan di Mayfair, Polisi Tangkap Pelaku

Seorang warga asing asal Arab Saudi mengalami penusukan di Mayfair, London, dalam insiden percobaan perampokan yang tidak mengancam jiwa.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 07.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Warga Saudi Jadi Korban Penusukan di Mayfair, Polisi Tangkap Pelaku
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang pria berusia empat puluhan tahun asal Arab Saudi menjadi korban penusukan di Berkeley Square, kawasan elite Mayfair, London, pada hari Kamis pekan ini. Insiden terjadi saat korban sedang berjalan di area umum, lalu diserang oleh seorang pria berusia 58 tahun yang kemudian ditangkap langsung di lokasi kejadian. Korban segera dilarikan ke rumah sakit setelah mendapat pertolongan dari petugas ambulans dan polisi metropolitan setempat. Luka yang diderita tidak mengancam jiwa, namun kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan wisatawan asing, terutama dari negara-negara Teluk yang kerap menjadikan London sebagai destinasi favorit.

Kepolisian Metropolitan London menyatakan insiden ini berdiri sendiri dan tidak menunjukkan adanya ancaman berkelanjutan bagi masyarakat umum. Pelaku ditangkap atas dugaan penganiayaan berat, kepemilikan senjata tajam, dan percobaan perampokan. Pihak kepolisian menegaskan bahwa penanganan kejahatan kekerasan dan penggunaan senjata tajam tetap menjadi fokus utama dalam operasional penegakan hukum. Meski demikian, penangkapan dilakukan tanpa menimbulkan kerusuhan atau eskalasi di lokasi kejadian.

Kedutaan Besar Arab Saudi di London mengonfirmasi telah berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan perawatan medis korban secara optimal dan memberikan dukungan konsuler. Kedutaan juga mengimbau warganya yang berada di Inggris untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat bergerak di tempat ramai atau membawa barang berharga secara mencolok. Meskipun tidak ada barang yang berhasil dirampas, insiden diduga dipicu oleh keberadaan jam tangan mewah di dalam tas punggung korban, yang tidak terlihat dari luar.

Data terbaru dari Metropolitan Police menunjukkan tren penurunan signifikan dalam kejahatan lingkungan, turun 14% selama 12 bulan hingga Juni 2026, setara dengan lebih dari 35.000 kasus lebih sedikit dibanding periode sebelumnya. Pencurian dari orang turun 23%, sedangkan perampokan pribadi turun 11%. Di wilayah Westminster, pusat wisata utama, penurunan mencapai lebih dari sepertiga atau hampir 14.000 kasus. Namun, pencurian ponsel tetap menjadi tantangan nyata, dengan 117.211 kasus dilaporkan sepanjang 2024, naik dari tahun sebelumnya.

Meskipun ada insiden seperti ini, London tetap diakui sebagai salah satu kota teraman bagi wisatawan di dunia. Pada 2026, kota ini menempati posisi ke-13 dalam indeks keamanan pelancong versi Berkshire Hathaway Travel Protection dan peringkat kedelapan untuk keamanan dari kejahatan kekerasan. Analis perjalanan menekankan bahwa meskipun risiko kejahatan tetap ada, keamanan secara umum masih relatif stabil dibanding destinasi besar lainnya. Pengunjung tetap diminta waspada, terutama saat membawa barang bernilai tinggi atau menggunakan perangkat elektronik di area padat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya