Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru

Penggunaan dua masker, terutama tipe bedah, dinilai bisa meningkatkan perlindungan dari abu vulkanik meski belum ada bukti ilmiah pasti.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kondisi kabut abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau kembali mendorong masyarakat memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan. Meski belum ada penelitian resmi yang membuktikan efektivitas penggunaan dua masker secara langsung, sejumlah ahli menyatakan bahwa kombinasi dua masker bedah dapat meningkatkan tingkat filtrasi partikel halus. Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa setiap lapisan masker memberikan tambahan lapisan penyaringan, meskipun secara kuantitatif belum terukur secara pasti.

Dalam konteks perlindungan dari abu vulkanik, dokter paru menegaskan bahwa masker N95 tetap menjadi pilihan utama karena mampu menyaring hingga 95 persen partikel mikro. Masker jenis ini jauh lebih efektif dibandingkan masker bedah yang hanya menyaring 50 hingga 60 persen. Sementara itu, masker kain dinilai memiliki efektivitas sangat rendah, hanya mampu menyaring sekitar 10 persen partikel, sehingga hampir tidak memberikan perlindungan signifikan terhadap partikulat halus.

Penggunaan dua masker bedah secara bersamaan disarankan sebagai alternatif jika masker N95 tidak tersedia. Menurut ahli, dua lapis masker bedah dapat memberikan perlindungan lebih baik dibandingkan satu lapisan, meskipun tetap perlu diingat bahwa efektivitasnya belum teruji secara ilmiah. Kunci utamanya adalah memastikan masker menutup rapat mulut dan hidung, serta diganti secara rutin.

Penting juga diketahui bahwa masker yang digunakan terlalu lama akan menjadi lembap akibat uap pernapasan, sehingga mengurangi efektivitas penyaringan. Bahkan masker N95 sekalipun harus diganti setiap 6 hingga 8 jam. Dengan demikian, ketersediaan dan penggantian masker secara berkala menjadi faktor krusial dalam menjaga kesehatan pernapasan saat berada di lingkungan terpapar abu vulkanik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya