Kejati Sultra Periksa Aktivitas Tambang Nikel di Pulau Kecil, GERAK SULTRA Dukung Langkah Verifikasi
Gerakan Rakyat Anti Korupsi Sultra mendukung Kejati Sultra yang akan memverifikasi aktivitas pertambangan nikel di pulau-pulau kecil, termasuk area pasca tambang milik istri Gubernur.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 07.20 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 17x dibuka
📷 MediaKendariKendari, ıNarasikita - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara kini tengah mempertimbangkan verifikasi lapangan terhadap aktivitas pertambangan nikel di sejumlah pulau kecil, termasuk Pulau Kabaena dan Pulau Wawonii. Langkah ini menyusul adanya laporan mengenai operasional perusahaan yang diduga beroperasi di kawasan hutan lindung dan wilayah yang sebelumnya dikenai sanksi administratif senilai Rp2,19 triliun oleh Satgas PKH. Kejati menegaskan pentingnya memastikan keakuratan data dan kesesuaian antara izin, realisasi operasional, serta kondisi lingkungan di lapangan.
Ketua Gerakan Rakyat Anti Korupsi Sultra (GERAK SULTRA), Wiwin Saputra, menyambut positif langkah verifikasi yang diinisiasi Kejati. Ia menekankan bahwa aktivitas pertambangan di wilayah kepulauan bukan hanya persoalan izin semata, tetapi juga berdampak langsung terhadap ekosistem dan kesejahteraan masyarakat lokal. Ia menyoroti PT TMS yang diduga melakukan penambangan di kawasan hutan lindung, yang berpotensi menimbulkan kerugian negara dan harus diproses secara hukum.
Pihak Kejati menyatakan bahwa informasi mengenai perusahaan yang masih beroperasi di Pulau Wawonii perlu dikaji lebih lanjut. Kepala Kejati Sultra, Sugeng Riyanta, menegaskan bahwa kejaksaan akan memverifikasi data yang diterima, terutama terkait izin dan lokasi kegiatan, dengan melibatkan instansi terkait seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan kepolisian. Ia menekankan bahwa penanganan kasus tersebut tetap berada dalam koridor kewenangan kejaksaan dan akan disesuaikan dengan proses hukum yang berjalan.
GERAK SULTRA menekankan bahwa verifikasi data bukan akhir dari proses, melainkan langkah awal yang harus diikuti dengan pemeriksaan menyeluruh jika ditemukan indikasi pelanggaran. Pihaknya mendorong agar pengecekan tidak hanya berfokus pada Pulau Wawonii, tetapi juga mencakup wilayah kepulauan lain seperti Kabaena, Kabupaten Bombana, dan pesisir Konawe Utara, yang dinilai memiliki potensi serupa.
Dengan memastikan kesesuaian antara dokumen perizinan dan aktivitas nyata di lapangan, diharapkan dapat mencegah eksploitasi sumber daya alam secara ilegal dan menjaga kelestarian lingkungan. GERAK SULTRA menilai bahwa kehadiran pengawasan independen dari lembaga penegak hukum sangat penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya di wilayah yang rentan terhadap eksploitasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Dorong Digitalisasi Pembiayaan UMKM dan Pertanian Sultra
OJK mempercepat transformasi digital pembiayaan sektor UMKM dan pertanian di Sultra untuk tingkatkan kontribusi ekonomi daerah terhadap nasional.
25 Oktober 2026

Aliansi Masyarakat Amberi Desak RDP Terbuka Soal PLTD Lambuya
Masyarakat Ring 1 Desa Amberi menolak kehadiran PLTD Lambuya dan mendesak DPRD Konawe gelar RDP terbuka untuk klarifikasi perizinan, dampak lingkungan, serta penggunaan dana CSR.
25 Oktober 2026

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Gelaran Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Kendari berhasil tingkatkan inklusi keuangan Sultra menjadi 85,52 persen dari 83 persen tahun sebelumnya.
24 Oktober 2026

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Seorang ibu dari Sulawesi Tenggara berusia 55 tahun mendampingi dua anaknya yang lulusan sarjana mencari pekerjaan melalui job fair di Jakarta, mengungkap kesulitan pasar kerja modern yang ketat meski kualifikasi tinggi.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

MHTG Tuntaskan Topping Off, Siapkan Pusat Kanker Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Diskon Hingga Jutaan Rupiah untuk Mesin Cuci dan Kulkas di Transmart
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.43 WITA

Moto3 Australia 2026 Batal, Veda Ega Kecewa, Danish Dapat Keuntungan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Klasemen MotoGP 2026 Stabil Usai Australia Batal Digelar
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Topan Champi Ancam Taiwan dan Jepang, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Demonstrasi Massal Prancis Tertahan, Ratusan Ribu Jatuhkan Kritik pada Kebijakan Pemerintah
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.31 WITA

Singapura Pertahankan Komitmen Kontrak Meski Ekspor Gas Dipangkas
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.30 WITA

