Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Justru Borong Saham Pertambangan Saat IHSG Melemah

Investor asing menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap empat saham pertambangan batu bara dan energi meski indeks bursa turun, dengan BUMI menjadi puncak beli asing.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 07.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Asing Justru Borong Saham Pertambangan Saat IHSG Melemah
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 0,25% pada perdagangan Senin (7/9/2026), menutup sesi di level 6.619,67. Tekanan jual yang mewarnai pasar secara umum tidak menghentikan arus masuk dana asing ke sejumlah emiten tertentu, khususnya di sektor pertambangan dan energi. Meskipun secara keseluruhan pasar mencatatkan net foreign sell sebesar Rp678,55 miliar—dengan foreign sell mencapai Rp3,76 triliun dan foreign buy sebesar Rp3,08 triliun—beberapa saham justru menjadi fokus pembelian asing.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham dengan net foreign buy terbesar hari ini, mencapai Rp180,52 miliar. Kenaikan permintaan asing terhadap saham ini turut menjadi salah satu faktor penopang terhadap kinerja IHSG yang masih mampu bertahan di zona positif meski terdampak tekanan dari sektor keuangan dan properti. Di posisi kedua, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat net foreign buy sebesar Rp52,25 miliar, menunjukkan dominasi sektor batu bara dalam aktivitas investor asing hari ini.

Selain BUMI dan PTBA, tujuh saham lainnya yang juga menjadi incaran asing meliputi PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Karya Pacific Energi Tbk (IATA), PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT United Tractors Tbk (UNTR). Sementara itu, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menempati posisi terakhir dalam daftar top 10 beli asing dengan net foreign buy Rp13,21 miliar.

Dominasi saham komoditas dan energi dalam daftar beli asing hari ini menggambarkan persepsi positif terhadap prospek sektor pertambangan, meski pasar secara keseluruhan berada dalam tekanan. Investor asing tampak memanfaatkan koreksi harga sebagai kesempatan akuisisi strategis terhadap emiten dengan fundamental kuat dan prospek pertumbuhan yang stabil di tengah volatilitas pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya