Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Partikel abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau barrier yang sudah rusak.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Abu vulkanik yang muncul akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya berdampak pada pernapasan, tetapi juga dapat menimbulkan reaksi pada kulit. Paparan langsung terhadap partikel halus ini dapat memicu gejala seperti gatal, kemerahan, kering, dan rasa perih, terutama jika partikel menempel pada permukaan kulit dalam waktu lama atau terjadi gesekan saat dikelupas.
Karakteristik abu vulkanik yang abrasif—dengan sifat mengikis permukaan—menjadi penyebab utama iritasi. Komponen seperti sulfat dan klorida yang terkandung dalam partikel tersebut juga berkontribusi terhadap peradangan kulit. Menurut ahli dermatologi, kondisi ini lebih sering muncul pada individu dengan kulit rentan atau yang sudah memiliki gangguan pada skin barrier, yakni lapisan pelindung alami kulit.
Paparan terhadap abu vulkanik yang masih berterbangan di udara menuntut perlindungan menyeluruh, bukan hanya pada saluran pernapasan. Masyarakat di daerah terdampak disarankan memakai pakaian tertutup, seperti baju lengan panjang dan celana panjang, untuk meminimalkan kontak langsung antara kulit dan partikel halus. Hindari menyentuh atau menggosok kulit yang terpapar secara kasar, karena bisa memperparah iritasi.
Setelah kembali ke area yang aman, segera bersihkan kulit dengan air bersih dan sabun ringan, lakukan secara perlahan dan hindari gesekan berlebihan. Jika setelah dibersihkan muncul gejala seperti gatal berat, nyeri, atau ruam yang memburuk, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter kulit. Upaya pencegahan dan perawatan yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit di masa bencana alam seperti erupsi vulkanik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Penggunaan dua masker, terutama tipe bedah, dinilai bisa meningkatkan perlindungan dari abu vulkanik meski belum ada bukti ilmiah pasti.
9 September 2026

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Pemilik hewan peliharaan di lima provinsi terdampak harus segera lindungi anabul dari paparan abu vulkanik dengan langkah-langkah praktis dan preventif.
9 September 2026

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Langkah tepat saat terpapar abu vulkanik mencakup menjauh dari sumber, membersihkan tubuh dengan hati-hati, dan segera ke dokter jika gejala memburuk.
9 September 2026

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau memicu kekhawatiran kesehatan pernapasan, termasuk potensi silikosis akibat kandungan silika kristalin, meski risiko tersebut rendah dalam paparan singkat.
9 September 2026
Berita Lainnya

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Rabu, 9 September 2026, 07.33 WITA

Warga Saudi Jadi Korban Penusukan di Mayfair, Polisi Tangkap Pelaku
Rabu, 9 September 2026, 07.33 WITA


