Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pekerja di Jakarta Masih Pakai Masker Hadapi Abu Vulkanik

Pekerja swasta di Jakarta tetap beraktivitas di luar ruangan dengan mengenakan masker akibat paparan abu vulkanik Anak Krakatau, sementara pemerintah kaji skema kerja dari rumah untuk melindungi kesehatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 19.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pekerja di Jakarta Masih Pakai Masker Hadapi Abu Vulkanik
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Di tengah penyebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menjangkau wilayah Jabodetabek, pekerja swasta di Jakarta tetap menjalankan aktivitas di luar ruangan dengan mengenakan masker sebagai langkah proteksi. Fenomena ini teramati khususnya di kawasan trotoar Jalan Sudirman, tempat banyak pekerja yang bergerak aktif meskipun kondisi udara terganggu.

BMKG telah mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker saat berada di luar ruangan, terlebih karena konsentrasi partikel abu vulkanik masih terdeteksi meski mengalami penurunan. Kondisi ini diperparah oleh musim kemarau yang sedang berlangsung, yang mempercepat penyebaran partikel halus di udara perkotaan. Kombinasi antara debu vulkanik dan polusi perkotaan menimbulkan risiko kesehatan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan.

Kementerian Ketenagakerjaan kini sedang meninjau kemungkinan penerapan Work From Home (WFH) bagi sektor swasta sebagai respons atas kondisi tersebut. Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menyatakan bahwa pihaknya masih memantau perkembangan dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Meski opsi WFH disiapkan sebagai alternatif, keputusan final masih menunggu arahan lebih lanjut dari otoritas terkait.

Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan dan kesehatan tenaga kerja, sekaligus menekan potensi penyebaran gangguan pernapasan di tengah kondisi atmosfer yang tidak ideal. Pemerintah berharap perusahaan swasta dapat mengambil inisiatif sesuai kondisi kerja masing-masing, dengan tetap memperhatikan aspek produktivitas dan kesejahteraan karyawan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya