Dana Berlebih Pemda Capai Rp100 Triliun Tiap Tahun
Menteri Keuangan menyatakan setiap akhir tahun, pemda memiliki kelebihan dana Rp100 triliun yang belum dimanfaatkan, dan menekankan pentingnya optimalisasi penyerapan anggaran.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 19.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Setiap tahun, sejumlah besar dana pemda yang tidak terpakai menumpuk di perbankan, mencapai angka Rp100 triliun pada akhir Desember. Angka ini, menurut Menteri Keuangan, menjadi indikasi adanya likuiditas berlebih yang belum dimanfaatkan secara efektif untuk pembangunan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah kesempatan di Jakarta Pusat, menekankan bahwa keberadaan dana tersebut bukan hasil penghematan, melainkan akumulasi anggaran yang belum terserap secara maksimal.
Kondisi ini dinilai tidak efisien, terlebih saat berbagai daerah mulai mempertimbangkan penerbitan obligasi daerah untuk membiayai proyek infrastruktur. Padahal, menurut Menteri, dana yang sudah ada di bank bisa langsung digunakan tanpa harus mencari pendanaan tambahan. Ia menekankan perlunya perbaikan dalam perencanaan dan realisasi belanja, agar anggaran tidak hanya berhenti di rekening bank tanpa memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Beberapa daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali, dan Sumatra Barat memang tengah mengkaji penerbitan obligasi daerah. DKI Jakarta, misalnya, berencana menerbitkan surat utang senilai Rp5,6 triliun dalam dua tahap, sementara Jawa Barat menargetkan Rp900 miliar. Sementara itu, Sumatra Barat dan Bali sedang dalam tahap perencanaan, dengan kemungkinan menggunakan instrumen syariah seperti sukuk.
Namun demikian, Menteri menegaskan bahwa penerbitan obligasi seharusnya bukan pilihan pertama jika masih ada dana berlebih yang belum dimanfaatkan. Ia menyarankan agar daerah lebih fokus pada peningkatan efisiensi dan kecepatan penyerapan anggaran, bukan justru membebani keuangan daerah dengan utang baru. Tujuannya adalah memastikan anggaran yang seharusnya untuk pembangunan benar-benar mengalir ke proyek strategis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


