Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bank Asal Thailand Siap Gelar Rights Issue Rp1 Triliun

PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS) akan lakukan rights issue senilai Rp1 triliun untuk tambah modal, dengan penawaran 2,87 miliar saham baru dan harga pelaksanaan Rp350 per saham.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 11.33 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Bank Asal Thailand Siap Gelar Rights Issue Rp1 Triliun
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perseroan mengumumkan rencana penerbitan saham baru senilai Rp1 triliun sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur modal dan mendukung ekspansi bisnis. Sebanyak 2,87 miliar saham baru akan diterbitkan dengan rasio hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebesar 655:104, berlaku bagi pemegang saham yang tercatat pada 25 November 2026 pukul 16.00 WIB. Setiap 655 saham lama memberikan hak atas 104 HMETD, yang dapat digunakan untuk membeli satu saham baru.

Penerbitan ini setara dengan 13,70 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Sebagian besar hak tersebut akan diserap oleh Kasikorn Vision Financial Company Pte Ltd (KVF), pemegang saham pengendali yang memiliki 86,03 persen kepemilikan saham. KVF akan menyerap 2.543.333.619 HMETD, berasal dari alokasi langsung dan hasil pengalihan dari Kasikornbank Public Company Ltd (KBANK), yang sebelumnya memiliki 2,45 persen saham dan hak atas 70.482.119 HMETD.

KBANK secara penuh menyerahkan hak tersebut kepada KVF sebagai bentuk konsolidasi kepemilikan. Selain itu, Kasikorn Vision Financial Indonesia (KVFI), yang memiliki 1 persen saham, juga berhak atas 28.743.158 HMETD dan akan menyerap hak tersebut sesuai rencana. Proses ini menunjukkan konsistensi kebijakan pengelolaan modal dalam struktur kepemilikan yang terpusat.

Penerbitan saham baru ini bertujuan memperkuat posisi keuangan bank untuk mendukung pertumbuhan bisnis, termasuk ekspansi jaringan dan pengembangan produk keuangan digital. Dengan modal yang lebih besar, perseroan menargetkan peningkatan kapasitas kredit dan daya saing di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya