BRI Proyeksikan Pertumbuhan Kredit 8%-10% di 2026, Kualitas Aset Membaik
S&P Global Ratings menilai pertumbuhan kredit BRI pada 2026 berpotensi melampaui ekspektasi, didorong pemulihan mikro dan penyaluran ke BUMN, dengan kualitas aset membaik dan rating tetap di BBB.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 11.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings mengungkapkan prospek positif bagi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) pada tahun 2026, dengan proyeksi pertumbuhan kredit mencapai rentang 8%-10%, lebih tinggi dari perkiraan awal. Peningkatan ini didorong oleh perbaikan signifikan pada segmen pembiayaan mikro yang kembali tumbuh setelah sebelumnya mengalami penurunan, serta akselerasi penyaluran kredit ke badan usaha milik negara (BUMN) yang menunjukkan kinerja kuat. Pertumbuhan kredit BRI pada semester pertama 2026 mencapai 16,2% secara tahunan, jauh melampaui rata-rata industri yang berada di angka 12,7%.
Di balik angka tersebut, terjadi lonjakan kredit korporasi sebesar 47,1%, sebagian besar disalurkan kepada BUMN. Di sisi lain, kinerja segmen mikro membaik berkat peningkatan ketatnya proses underwriting dan percepatan penyelesaian kredit bermasalah melalui penghapusbukuan (writeoff). Langkah strategis ini turut mendorong perbaikan kualitas aset secara keseluruhan, terlihat dari penurunan rasio kredit berisiko (loans at risk) dari 9,6% pada akhir 2025 menjadi 9,1% pada akhir Juni 2026.
Meski demikian, S&P memperingatkan tekanan terhadap marjin bunga bersih (NIM) akibat dominasi kredit BUMN yang memiliki tingkat bunga rendah, ditambah dengan kenaikan suku bunga acuan yang lebih cepat berdampak pada bunga simpanan. Namun, peluang perbaikan margin diperkirakan muncul dari pemulihan kredit mikro yang memiliki yield lebih tinggi, serta pergeseran portofolio kredit korporasi ke sektor swasta yang kini mencapai 57% dari total kredit korporasi.
S&P mempertahankan peringkat utang jangka panjang BRI di level BBB dan jangka pendek di A-2, dengan outlook stabil. Peringkat ini sejalan dengan status pemerintah Indonesia yang juga berada di BBB dengan outlook stabil, mencerminkan potensi dukungan luar biasa dari negara terhadap bank pelat merah. Proyeksi kunci hingga 2027 menunjukkan NIM berkisar 7,7%-8,2%, ROA 2,4%-2,9%, dan rasio kredit bermasalah kotor di 6,5%-7,0%. Pada akhir Juni 2026, rasio kecukupan modal tier 1 BRI tercatat 20,4%, sementara cost to income ratio mencapai 43,7%, menunjukkan efisiensi operasional yang terjaga.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Dokter spesialis anak menekankan pentingnya deteksi dini gejala iritasi pernapasan pada anak akibat paparan abu vulkanik, terutama pada yang memiliki riwayat asma atau alergi.
9 September 2026

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Paparan abu vulkanik sering memicu iritasi saluran napas, termasuk gatal dan batuk; berikut cara alami meredakannya secara efektif.
9 September 2026

Warga 17 Tahun Dapat Rekening Otomatis Disertai Dana Awal Rp50 Ribu
Pemerintah siapkan rekening bank otomatis bagi warga usia 17 tahun dengan saldo awal Rp50 ribu, terhubung ke NIK, sebagai langkah inklusi keuangan dan digitalisasi ekonomi.
9 September 2026

Singapura Naikkan Gaji Pejabat Meski Ekonomi Tidak Merata
Singapura mengumumkan kenaikan gaji hingga 9% untuk menteri dan anggota parlemen, meski pertumbuhan ekonomi tidak merata dan tekanan inflasi masih tinggi.
9 September 2026
Berita Lainnya

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Pabrik BYD Subang Beroperasi, Harga Mobil Listrik Tak Turun Langsung
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

SPP-TDLN Mulai Berlaku 10 September 2026
Rabu, 9 September 2026, 11.35 WITA


