Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Menguat ke Level Psikologis 6.700 di Awal Perdagangan

Indeks saham utama Indonesia naik 0,22% ke posisi 6.700,84 pada pembukaan perdagangan Rabu, didorong sentimen ekonomi global dan kenaikan harga minyak dunia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 11.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IHSG Menguat ke Level Psikologis 6.700 di Awal Perdagangan
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 9 September 2026, melampaui ambang psikologis 6.700. Angka tersebut mencatat kenaikan 14,39 poin atau setara 0,22%, berada di level 6.700,84. Pergerakan awal sempat fluktuatif, dengan IHSG sempat turun ke zona merah tiga menit setelah pembukaan, namun kembali rebound hingga mencapai level tertinggi sementara 6.707,30 dan terendah 6.680,54.

Sebanyak 299 saham menguat, 60 saham melemah, dan 303 saham bergerak datar. Volume perdagangan di awal sesi mencapai 305,71 juta lembar saham, dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp200,14 miliar. Kondisi ini menunjukkan aktivitas pasar yang cukup aktif meski berada dalam tren kenaikan terbatas.

Sentimen pasar dipengaruhi oleh data ekonomi Asia yang menunjukkan sinyal positif, terutama setelah pertumbuhan ekonomi Jepang direvisi naik dan surplus perdagangan Tiongkok kembali membesar. Di sisi lain, ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat memperburuk suasana pasar, terutama menyusul laporan serangan kedua Iran terhadap kapal militer AS yang baru terungkap.

Kenaikan harga minyak mentah menjadi pemicu utama ketegangan pasar. Minyak Brent sempat melonjak ke atas US$99 per barel, sementara minyak WTI AS menyentuh US$94 per barel. Kenaikan ini menguatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan dampaknya terhadap kebijakan moneter bank sentral, termasuk Federal Reserve. Di kawasan Asia, pergerakan bursa beragam, dengan Nikkei 225 dan Topix Jepang melemah, sementara Kospi Korea Selatan dan Kosdaq kecil menguat.

Investor kini menanti rilis data inflasi Tiongkok dan indeks keyakinan konsumen Indonesia, yang berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang dan komoditas regional. Pergerakan pasar saham global, termasuk AS yang sempat tertekan pada sesi sebelumnya, juga menjadi perhatian utama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya