Rupiah Penguat ke Rp17.570, Dolar AS Tertekan
Rupiah menguat ke level Rp17.570 per dolar AS di awal perdagangan, didorong ekspektasi data IKK yang membaik dan penguatan yen Jepang.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 11.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah bergerak menguat pada perdagangan pagi ini, mencapai posisi Rp17.570 per dolar AS, naik 0,31% dari penutupan sebelumnya. Penguatan ini melanjutkan tren positif dari hari sebelumnya, ketika rupiah menutup sesi dengan kenaikan tipis 0,03% ke level Rp17.625. Pergerakan tersebut terjadi di tengah antisipasi rilis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia yang dijadwalkan dirilis pukul 10.00 WIB.
Data IKK diperkirakan meningkat dari 116,8 di bulan Juli menjadi 117 pada Agustus, setelah sebelumnya mengalami penurunan tiga bulan beruntun hingga menyentuh titik terendah sejak April 2025. Meskipun masih berada dalam zona optimistis di atas level 100, kenaikan IKK dapat menjadi sinyal positif bagi konsumsi domestik dan prospek pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini berpotensi memperkuat sentimen terhadap aset lokal, termasuk rupiah.
Di pasar global, dolar AS mengalami tekanan akibat penguatan tajam yen Jepang yang mencapai 152,89 yen per dolar, posisi terkuat sejak Februari. Kenaikan yen dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BOJ), aliran modal kembali dari luar negeri, serta pembalikan transaksi carry trade. Karena yen merupakan komponen utama dalam indeks dolar AS (DXY), penguatannya turut menahan penguatan greenback, yang pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat tipis 0,01% ke 98,795.
Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik menjadi 4,804%, meningkat dua basis poin, yang menjaga daya tarik aset berdenominasi dolar. Namun, kenaikan harga minyak Brent yang mendekati US$98 per barel—level tertinggi dalam enam pekan—menambah tekanan inflasi global. Kondisi ini memperbesar peluang kenaikan suku bunga oleh The Fed pada rapat FOMC 15-16 September, dengan probabilitas sekitar 60% berdasarkan data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan.
Kendati demikian, tekanan terhadap dolar dari penguatan yen dan ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ memberikan ruang bagi rupiah untuk mempertahankan penguatannya. Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada rilis data IKK dan perkembangan inflasi AS, yang menjadi kunci dalam menentukan arah kebijakan moneter global dan dampaknya terhadap nilai tukar rupiah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Dokter spesialis anak menekankan pentingnya deteksi dini gejala iritasi pernapasan pada anak akibat paparan abu vulkanik, terutama pada yang memiliki riwayat asma atau alergi.
9 September 2026

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Paparan abu vulkanik sering memicu iritasi saluran napas, termasuk gatal dan batuk; berikut cara alami meredakannya secara efektif.
9 September 2026

Warga 17 Tahun Dapat Rekening Otomatis Disertai Dana Awal Rp50 Ribu
Pemerintah siapkan rekening bank otomatis bagi warga usia 17 tahun dengan saldo awal Rp50 ribu, terhubung ke NIK, sebagai langkah inklusi keuangan dan digitalisasi ekonomi.
9 September 2026

Singapura Naikkan Gaji Pejabat Meski Ekonomi Tidak Merata
Singapura mengumumkan kenaikan gaji hingga 9% untuk menteri dan anggota parlemen, meski pertumbuhan ekonomi tidak merata dan tekanan inflasi masih tinggi.
9 September 2026
Berita Lainnya

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Pabrik BYD Subang Beroperasi, Harga Mobil Listrik Tak Turun Langsung
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

SPP-TDLN Mulai Berlaku 10 September 2026
Rabu, 9 September 2026, 11.35 WITA


