Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Penguat ke Rp17.570, Dolar AS Tertekan

Rupiah menguat ke level Rp17.570 per dolar AS di awal perdagangan, didorong ekspektasi data IKK yang membaik dan penguatan yen Jepang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 11.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rupiah Penguat ke Rp17.570, Dolar AS Tertekan
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah bergerak menguat pada perdagangan pagi ini, mencapai posisi Rp17.570 per dolar AS, naik 0,31% dari penutupan sebelumnya. Penguatan ini melanjutkan tren positif dari hari sebelumnya, ketika rupiah menutup sesi dengan kenaikan tipis 0,03% ke level Rp17.625. Pergerakan tersebut terjadi di tengah antisipasi rilis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia yang dijadwalkan dirilis pukul 10.00 WIB.

Data IKK diperkirakan meningkat dari 116,8 di bulan Juli menjadi 117 pada Agustus, setelah sebelumnya mengalami penurunan tiga bulan beruntun hingga menyentuh titik terendah sejak April 2025. Meskipun masih berada dalam zona optimistis di atas level 100, kenaikan IKK dapat menjadi sinyal positif bagi konsumsi domestik dan prospek pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini berpotensi memperkuat sentimen terhadap aset lokal, termasuk rupiah.

Di pasar global, dolar AS mengalami tekanan akibat penguatan tajam yen Jepang yang mencapai 152,89 yen per dolar, posisi terkuat sejak Februari. Kenaikan yen dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BOJ), aliran modal kembali dari luar negeri, serta pembalikan transaksi carry trade. Karena yen merupakan komponen utama dalam indeks dolar AS (DXY), penguatannya turut menahan penguatan greenback, yang pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat tipis 0,01% ke 98,795.

Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik menjadi 4,804%, meningkat dua basis poin, yang menjaga daya tarik aset berdenominasi dolar. Namun, kenaikan harga minyak Brent yang mendekati US$98 per barel—level tertinggi dalam enam pekan—menambah tekanan inflasi global. Kondisi ini memperbesar peluang kenaikan suku bunga oleh The Fed pada rapat FOMC 15-16 September, dengan probabilitas sekitar 60% berdasarkan data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan.

Kendati demikian, tekanan terhadap dolar dari penguatan yen dan ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ memberikan ruang bagi rupiah untuk mempertahankan penguatannya. Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada rilis data IKK dan perkembangan inflasi AS, yang menjadi kunci dalam menentukan arah kebijakan moneter global dan dampaknya terhadap nilai tukar rupiah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya