Pemerintah Siapkan Rp17 T untuk Bansos Beras Hingga Akhir 2026
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk penyaluran bantuan beras 30 kg per keluarga penerima hingga akhir 2026, dengan distribusi secara rutin dan terkonsentrasi.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 07.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp17 triliun untuk melanjutkan program bantuan pangan berupa beras hingga akhir tahun 2026. Dana ini akan digunakan untuk menyalurkan beras sebanyak 30 kilogram per keluarga penerima manfaat, dengan fokus pada masyarakat dari desil 1 hingga desil 4 yang jumlahnya mencapai lebih dari 33 juta orang. Penyaluran dilakukan sebagai respons terhadap tekanan ekonomi akibat dampak El Nino yang berdampak pada ketahanan pangan nasional.
Penyelenggaraan bantuan pangan ini akan dilaksanakan melalui Perum Bulog sebagai lembaga penyalur utama. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa keputusan teknis distribusi akan diatur secara detail oleh Bulog, termasuk mekanisme pengadaan, pendistribusian, dan pelacakan capaian penyaluran. Anggaran yang disiapkan mencakup seluruh kebutuhan logistik hingga penyaluran hingga akhir tahun depan.
Salah satu perubahan utama dalam mekanisme penyaluran adalah perubahan dari sistem bulanan menjadi distribusi satu kali dalam tiga bulan—Oktober, November, dan Desember. Usulan ini datang dari Menteri Koordinator Bidang Pangan yang menilai bahwa penyaluran beras dalam jumlah 30 kg sekaligus akan lebih efisien dan mengurangi beban administrasi serta logistik dibandingkan penyaluran 10 kg per bulan. Keputusan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan.
Total volume beras yang akan disalurkan diperkirakan mencapai 900 ribu ton hingga mendekati satu juta ton. Dengan penyaluran yang terkonsentrasi, pemerintah berharap masyarakat dapat memanfaatkan bantuan secara optimal, terutama di wilayah yang terdampak cuaca ekstrem. Penyediaan beras secara rutin ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan akses pangan bagi kelompok rentan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Pemerintah menargetkan penyaluran biodiesel B50 mencapai 16,8 juta kilo liter pada 2026 sebagai bagian dari strategi pengurangan impor dan penguatan sektor energi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA


