Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BEI Pantau Saham SOHO dan OILS Akibat Kenaikan Tidak Wajar

Bursa Efek Indonesia memantau aktivitas pasar tak biasa pada saham SOHO dan OILS karena kenaikan harga yang signifikan dan volatilitas transaksi yang mencurigakan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 11.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BEI Pantau Saham SOHO dan OILS Akibat Kenaikan Tidak Wajar
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memperhatikan secara intensif pergerakan saham PT Soho Global Health Tbk. (SOHO) dan PT Indo Oil Perkasa Tbk. (OILS) sejak Selasa, 8 September 2026, terkait adanya indikasi Unusual Market Activity (UMA). Kenaikan harga yang terjadi secara tajam dan tidak sejalan dengan kinerja emiten menjadi alasan utama pengawasan khusus oleh bursa. Langkah ini diambil sebagai upaya perlindungan terhadap para pemegang saham dan menjaga stabilitas pasar modal.

Saham SOHO menguat 7,42% pada pembukaan perdagangan hari ini, diperdagangkan pada level Rp1.955 per saham. Dalam satu bulan terakhir, harga saham emiten sektor kesehatan ini melonjak 64,29%, sementara sejak awal tahun (YTD) telah naik 35,29%. Di sisi lain, saham OILS juga menunjukkan pergerakan mencolok, naik 0,67% ke posisi Rp296 pada perdagangan kemarin. Secara bulanan, saham ini melonjak 27,59%, dan YTD telah menguat 28,7%. Kenaikan tersebut dipandang tidak proporsional dengan informasi publik yang tersedia.

BEI menegaskan bahwa pengumuman UMA bukan indikasi langsung pelanggaran aturan pasar modal. Namun, bursa tetap mengamati perkembangan pola transaksi secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada praktik manipulasi atau informasi yang tidak transparan. Dalam keterbukaan informasi resmi, BEI menyampaikan bahwa pihaknya sedang mengkaji dinamika perdagangan kedua emiten tersebut secara mendalam.

Investor diimbau untuk tidak langsung mengambil keputusan berdasarkan pergerakan harga semata. Penting bagi para pemegang saham untuk menunggu respons resmi dari emiten terhadap permintaan konfirmasi dari BEI, mengevaluasi kinerja perusahaan secara menyeluruh, serta mempertimbangkan rencana aksi korporasi yang belum disetujui RUPS. Langkah ini diharapkan mencegah risiko investasi yang tidak terduga akibat fluktuasi pasar yang tidak terukur.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya