Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Erupsi bersamaan enam gunung api di berbagai wilayah Indonesia disebabkan oleh pertemuan siklus aktivitas alami, bukan keterkaitan sistem magma.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pada awal September 2026, enam gunung api di Indonesia—Anak Krakatau, Semeru, Ili Lewotolok, Ibu, Lewotobi Laki-laki, dan Sinabung—mengalami erupsi secara bersamaan, menimbulkan kekhawatiran publik atas kemungkinan hubungan antar sistem vulkanik. Namun, para ahli menegaskan bahwa fenomena ini bukan indikasi adanya koneksi langsung antar gunung, melainkan hasil dari pertemuan siklus alami yang berbeda-beda.
Dosen Fakultas Geografi UGM, Indranova Suhendro, menjelaskan bahwa setiap gunung memiliki ritme aktivitas tersendiri. Beberapa gunung seperti Semeru dan Anak Krakatau memiliki frekuensi erupsi tinggi, sementara yang lain memerlukan waktu istirahat panjang sebelum kembali aktif. Ketika siklus tersebut beririsan dalam periode tertentu, maka munculnya aktivitas bersamaan menjadi fenomena yang wajar secara geologis.
Menurutnya, meskipun semua gunung berada di jalur subduksi yang sama, tidak berarti mereka saling memicu. Sistem magma setiap gunung bekerja secara lokal, dan letusan tidak secara otomatis menimbulkan respons di gunung lain, terlebih jika lokasinya jauh terpisah. Hal ini khususnya berlaku pada kasus kali ini, di mana gunung-gunung tersebut tersebar di Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Maluku, dan wilayah Selat Sunda.
Perbedaan mekanisme erupsi juga menunjukkan tidak adanya keterkaitan langsung. Sinabung, Ibu, dan Semeru umumnya mengalami erupsi freatik akibat pemanasan air oleh magma, sementara Anak Krakatau meletus secara magmatik akibat tekanan gas tinggi dalam magma, mirip efek dekompresi pada minuman bersoda. Bahkan, aktivitas gempa di Flores dikaitkan dengan peningkatan kegempaan vulkanik di Lewotobi Laki-laki dan Ili Lewotolok, yang kemudian diikuti erupsi—mengindikasikan kemungkinan pengaruh eksternal, meski belum bisa dipastikan berlaku secara umum.
Badan Geologi menegaskan bahwa erupsi bersamaan seperti ini bukan hal aneh, mengingat Indonesia berada di Cincin Api Pasifik dengan banyak gunung aktif. Setiap erupsi merupakan bagian dari aktivitas alami yang terjadi secara independen. Tidak ada bukti bahwa satu gunung memicu yang lain, dan setiap fenomena harus dianalisis berdasarkan karakteristik masing-masing sistem vulkanik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Probabilitas Indonesia menjadi negara maju masih di bawah ambang batas, tertinggal dari Thailand dan Vietnam berdasarkan metode analisis kinerja ekonomi struktural.
9 September 2026

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Peningkatan belanja emas oleh bank sentral dunia mencatat rekor hingga Juli 2026, didorong kebutuhan diversifikasi cadangan dan stabilitas dalam era ketegangan global.
9 September 2026

LPS Dorong Literasi Keuangan Melalui Festival di Lampung
LPS sukses gelar Lampung Financial Festival 2026 dengan 6.800 pengunjung, fokus pada penguatan pemahaman keuangan generasi muda.
9 September 2026

RATU Perluas Modal Lewat Private Placement 271,5 Juta Saham
Perseroan menyetujui penerbitan 271,5 juta saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu untuk dukung modal kerja dan ekspansi usaha.
9 September 2026
Berita Lainnya

Masker Sekali Pakai Tak Boleh Dicuci, Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 15.47 WITA

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Rabu, 9 September 2026, 15.45 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

BUK Migas Siap Jadi Pemimpin Utama Sektor Hulu
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

RUU Migas Dipercepat, BUK Jadi Fokus Utama
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


