Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

LPS Dorong Literasi Keuangan Melalui Festival di Lampung

LPS sukses gelar Lampung Financial Festival 2026 dengan 6.800 pengunjung, fokus pada penguatan pemahaman keuangan generasi muda.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 15.34 WITA·👁 3 orang membaca· 1 hari ini · 6x dibuka
LPS Dorong Literasi Keuangan Melalui Festival di Lampung📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar edisi keempat dari ajang Lampung Financial Festival 2026, yang berlangsung selama dua hari di kota Lampung. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis LPS dalam memperkuat literasi keuangan masyarakat, khususnya kalangan muda yang menjadi target utama. Kolaborasi dengan Transmedia menjadi fondasi penyelenggaraan, menunjukkan sinergi antara lembaga negara dan media dalam menciptakan kesadaran finansial yang berkelanjutan.

Pertemuan yang dihadiri oleh lebih dari 6.800 peserta ini menampilkan berbagai program edukatif, simulasi keuangan, hingga sesi diskusi interaktif dengan pakar. Acara dirancang agar mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pelaku usaha mikro. Fokus utama tetap pada penguatan pemahaman dasar seperti perencanaan keuangan, manajemen tabungan, serta pentingnya menabung secara teratur.

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang promosi, melainkan bentuk komitmen nyata LPS dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri secara finansial. Ia menyampaikan bahwa literasi keuangan bukan hanya soal mengetahui produk perbankan, tetapi juga kemampuan membuat keputusan finansial yang bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pendekatan yang inklusif dan edukatif, LPS berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi pola berulang di berbagai wilayah Indonesia. Upaya tersebut sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan ekosistem keuangan yang stabil dan inklusif. Festival di Lampung menjadi bukti bahwa penguatan literasi keuangan bisa dilakukan secara kreatif dan menyenangkan, tanpa mengurangi substansi edukasi yang dibawa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya