RATU Perluas Modal Lewat Private Placement 271,5 Juta Saham
Perseroan menyetujui penerbitan 271,5 juta saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu untuk dukung modal kerja dan ekspansi usaha.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 15.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) resmi mengesahkan rencana penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 September 2026. Keputusan tersebut menyetujui penerbitan maksimal 271.505.380 saham baru, yang setara dengan 10 persen dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh perusahaan saat ini.
Dana hasil penerbitan saham baru ini akan dialokasikan untuk mendukung kebutuhan modal kerja serta mempercepat pengembangan aktivitas operasional perusahaan dan grup. Meski terjadi peningkatan jumlah saham beredar, manajemen menegaskan bahwa dilusi kepemilikan pemegang saham lama tidak akan melebihi 9,09 persen, serta tidak mengubah struktur pengendalian perusahaan.
Dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen menyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham. Peningkatan struktur modal diharapkan mampu memperkuat posisi keuangan perusahaan dalam menjalankan strategi pertumbuhan dan ekspansi bisnis.
Perubahan anggaran dasar, khususnya Pasal 4 Ayat (2), telah disetujui sebagai dampak dari penerbitan saham baru tersebut. Jika seluruh jumlah saham diterbitkan, total modal ditempatkan dan disetor penuh RATU akan naik dari 2.715.053.800 saham menjadi maksimal 2.986.559.180 saham. Direktur Utama RATU, Sumantri, menegaskan bahwa persetujuan dari pemegang saham independen merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat fondasi permodalan dan membuka akses pendanaan alternatif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Erupsi bersamaan enam gunung api di berbagai wilayah Indonesia disebabkan oleh pertemuan siklus aktivitas alami, bukan keterkaitan sistem magma.
9 September 2026

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Probabilitas Indonesia menjadi negara maju masih di bawah ambang batas, tertinggal dari Thailand dan Vietnam berdasarkan metode analisis kinerja ekonomi struktural.
9 September 2026

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Peningkatan belanja emas oleh bank sentral dunia mencatat rekor hingga Juli 2026, didorong kebutuhan diversifikasi cadangan dan stabilitas dalam era ketegangan global.
9 September 2026

LPS Dorong Literasi Keuangan Melalui Festival di Lampung
LPS sukses gelar Lampung Financial Festival 2026 dengan 6.800 pengunjung, fokus pada penguatan pemahaman keuangan generasi muda.
9 September 2026
Berita Lainnya

Masker Sekali Pakai Tak Boleh Dicuci, Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 15.47 WITA

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Rabu, 9 September 2026, 15.45 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

BUK Migas Siap Jadi Pemimpin Utama Sektor Hulu
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

RUU Migas Dipercepat, BUK Jadi Fokus Utama
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


