RUU Migas Dipercepat, BUK Jadi Fokus Utama
DPR resmi tetapkan RUU Migas sebagai inisiatif dan percepat penyelesaian hingga Oktober 2026, dengan fokus utama pada bentuk dan posisi Badan Usaha Khusus (BUK) migas.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA·👁 5 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - DPR RI secara resmi menetapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Minyak dan Gas Bumi sebagai inisiatif lembaga legislatif pada 18 Agustus 2026, yang menandai percepatan proses pembahasan. Proyek hukum ini ditargetkan selesai dalam waktu dekat, dengan tenggat akhir pada bulan Oktober 2026. Fokus utama dalam penyusunan RUU terbaru adalah menyusun kerangka hukum yang memperkuat kendali negara atas seluruh aktivitas hulu migas, sejalan dengan amar putusan Mahkamah Konstitusi.
Salah satu poin krusial dalam revisi UU ini adalah rencana pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK) Migas, yang dimaksudkan menggantikan peran SKK Migas sebagai pelaksana pengelolaan kegiatan hulu. Namun, posisi strategis BUK hingga kini masih menjadi perdebatan, dengan tiga opsi yang diusulkan: berada langsung di bawah Presiden, berada di bawah PT Pertamina (Persero), atau berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari menyatakan bahwa pihaknya menunggu sikap resmi pemerintah melalui Dokumen Informasi dan Masukan (DIM) sebelum menentukan posisi lebih lanjut. Ia menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan BUK, serta keberadaan lembaga yang mampu menjalankan fungsi negara tanpa perlu adanya lembaga pengatur tambahan. “Kami melihat bahwa BUK harus dikelola secara profesional, karena saat ini sudah ada badan usaha yang berfungsi,” ujarnya, menegaskan kebutuhan kepastian hukum dan struktur yang jelas.
Dalam konteks yang lebih luas, anggota Komisi XII lainnya, Eddy Soeparno, menyoroti tujuan utama revisi UU Migas: mendorong iklim investasi yang lebih menarik untuk sektor hulu. Ia menekankan bahwa sejumlah potensi migas terletak di wilayah sulit diakses, seperti laut dalam atau daerah dengan infrastruktur minim, sehingga investor membutuhkan kepastian hukum jangka panjang, konsistensi kebijakan, dan insentif yang memadai. BUK Migas diharapkan menjadi mitra strategis yang bisa menjalankan fungsi pengusahaan sekaligus menjadi pelaku investasi langsung.
Wakil Ketua Komisi XII, Bambang Haryadi, menegaskan bahwa RUU Migas merupakan solusi jangka panjang setelah SKK Migas dibentuk hanya sebagai penanggulangan sementara sejak 2013. Ia menyoroti bahwa UU 22 Tahun 2001 sebelumnya memisahkan penguasaan dan pengusahaan, yang dinilai bertentangan dengan amanat konstitusi. Dengan RUU baru, fungsi penguasaan dan pengusahaan akan disatukan di bawah kendali negara, sesuai putusan MK. Tujuannya jelas: memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta meningkatkan produksi minyak mentah untuk pengolahan dalam negeri.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lurah Diminta Jadi Penggerak Komunikasi Publik Berkualitas
Pelatihan humas bagi finalis Benyamin S Award 2026 tekankan pentingnya komunikasi efektif antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.
26 Oktober 2026

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Gara-Gara Tak Laporkan Pemilik Manfaat
Kementerian Hukum memblokir 700 ribu badan usaha yang belum melaporkan data pemilik manfaat, sebagai langkah mendukung transparansi dan keterbukaan data perusahaan.
26 Oktober 2026

Pemerintah Diminta Perluas Insentif Listrik untuk Truk dan Bus Komersial
Moeldoko menyerukan ekstensi insentif fiskal bagi truk dan bus listrik guna percepatan transisi energi dan pengurangan emisi karbon nasional.
26 Oktober 2026

Pentagon Rilis Dokumen Ketujuh soal Fenomena Udara Tak Dikenal
Pentagon AS mempublikasikan seri ketujuh dokumen terkait objek terbang tak dikenal, mencakup laporan lapangan, rekaman, dan catatan historis dari periode 1940-an hingga kini.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Suporter Muda Tewas Usai Menonton Laga di Pakansari
Senin, 26 Oktober 2026, 17.54 WITA

Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald Dihentikan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Kompol Aditia Mulya Tutup Usia Setelah 7 Tahun Koma Akibat Pengeroyokan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Hakim Perintahkan Jaksa Lanjutkan Pembuktian Kasus Don Ritto dan Nurman
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Samsat Ciledug Blokir McLaren Usai Salah Tagih Pajak ke Mekanik
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

Susu dan Jerawat: Fakta Ilmiah di Balik Mitos Minum Susu
Senin, 26 Oktober 2026, 17.51 WITA

Pergeseran Pusat Ekonomi Batavia dari Kota Tua ke Pasar Baru
Senin, 26 Oktober 2026, 17.40 WITA

Honda Culture Indonesia Siap Meriahkan Puncak di GBK
Senin, 26 Oktober 2026, 17.39 WITA

