Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Peningkatan belanja emas oleh bank sentral dunia mencatat rekor hingga Juli 2026, didorong kebutuhan diversifikasi cadangan dan stabilitas dalam era ketegangan global.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 6x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Di tengah ketegangan geopolitik yang terus memanas, bank sentral di berbagai negara semakin memperkuat posisi cadangan dengan membeli emas secara signifikan. Data terkini hingga Juli 2026 menunjukkan bahwa aktivitas akuisisi emas oleh institusi moneter global mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir, menandai pergeseran strategis dalam manajemen risiko keuangan global.
China dan Polandia menjadi pemimpin dalam aksi beli emas, dengan keduanya tercatat sebagai dua negara yang paling agresif dalam memperbesar cadangan logam mulia. Kebijakan ini tidak hanya mencerminkan keinginan untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang asing, terutama dolar AS, tetapi juga sebagai upaya jangka panjang untuk menjaga daya beli dan stabilitas sistem keuangan nasional.
Peningkatan permintaan emas dari sektor publik ini menunjukkan perubahan paradigma dalam kebijakan moneter global, di mana emas tidak lagi hanya dianggap sebagai aset spekulatif, melainkan sebagai komponen penting dalam strategi ketahanan ekonomi. Dengan volatilitas pasar yang tinggi dan ketidakpastian geopolitik yang belum mereda, emas menjadi aset yang diandalkan sebagai “pelindung nilai” dalam kondisi krisis.
Tren ini juga memperkuat posisi emas sebagai instrumen utama dalam diversifikasi cadangan devisa. Banyak bank sentral kini memilih emas sebagai bagian dari portofolio mereka, menunjukkan kepercayaan terhadap nilainya yang stabil dalam jangka panjang. Dengan data terkini hingga Juli 2026, tidak ada tanda-tanda perlambatan dalam aktivitas akuisisi, menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan dan ketahanan sistem keuangan global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perlindungan Anak Saat Paparan Abu Vulkanik dari Anak Krakatau
Orang tua diminta meningkatkan proteksi anak dari abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau melalui tindakan preventif dan penanganan dini gejala pernapasan.
10 September 2026

APBN Tangguh Hadapi Lonjakan Harga Minyak
Menteri Keuangan menegaskan APBN masih aman meski harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel, dengan defisit tetap di bawah 3% dan ruang fiskal cukup.
10 September 2026

10 Bank Mulai Uji Coba Pemungutan PPN Digital
Sepuluh lembaga perbankan resmi melaksanakan uji coba sistem pemungutan PPN atas transaksi digital luar negeri, sebagai langkah awal perluasan kebijakan pajak digital di Indonesia.
10 September 2026

Tunggal Jaya Investama Perkuat Kendali di IMPC Lewat Pembelian Saham Besar
Perusahaan yang mengendalikan Impack Pratama Industri memperbesar kepemilikan hingga 38,39% lewat pembelian 6,6 juta saham dengan harga rata-rata Rp1.465 per saham pada September 2026.
10 September 2026
Berita Lainnya

Jaguar Land Rover Potong 4.000 Pekerja Akibat Tekanan Pasar Global
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Atto 1 Pimpin Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik, Berlaku Hingga 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

Malon Lam Diciduk Usai Curi Bitcoin Rp4,2 Triliun untuk Beli Mobil Mewah
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

iPhone Duo Siap Meluncur di Indonesia Akhir 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan Seri Wearables Terbaru dengan Fokus Kesehatan dan Performa
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan iPhone Duo, Ponsel Lipat Pertama Secara Global
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Harga iPhone 18 Pro Series Diprediksi Melonjak di Pasar Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA


