Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Probabilitas Indonesia menjadi negara maju masih di bawah ambang batas, tertinggal dari Thailand dan Vietnam berdasarkan metode analisis kinerja ekonomi struktural.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Indonesia masih jauh dari ambang kesiapan menjadi negara maju, menurut hasil analisis terbaru yang dikemukakan oleh Kepala dan CEO Asian Development Bank Institute (ADBI). Dalam penilaian berbasis metodologi probabilitas Middle Income Trap (MIT), Indonesia hanya memiliki peluang 0,44 untuk mencapai status negara berpenghasilan tinggi, jauh di bawah ambang batas kritis sebesar 0,6. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia belum mampu melampaui tantangan struktural yang biasanya menghambat pertumbuhan ekonomi di negara berpendapatan menengah.
Posisi Indonesia lebih rendah dibandingkan dua tetangga regional, Vietnam dan Thailand, yang masing-masing memiliki probabilitas 0,506 dan 0,562. Kedua negara tersebut dinilai lebih dekat mencapai transisi ekonomi menuju tingkat maju, meskipun masih menghadapi tantangan serius. Pernyataan ini disampaikan dalam forum diskusi ADBI-Bappenas, di mana Bambang Brodjonegoro menekankan bahwa banyak negara Asia, termasuk Filipina, India, Kamboja, dan Myanmar, masih menghadapi hambatan signifikan dalam keluar dari jebakan pendapatan menengah.
Kunci keberhasilan negara-negara yang telah berhasil melampaui batas tersebut terletak pada transformasi struktural yang terkoordinasi. Jepang, misalnya, sukses melalui sinergi antarlembaga dan keunggulan industri. Korea Selatan mencapai kemajuan melalui kemitraan strategis antara negara dan sektor swasta, serta fokus pada ekspor berbasis teknologi. Singapura, di sisi lain, berdiri kokoh berkat tata kelola berbasis teknokrasi, penarikan investasi asing langsung yang kuat, dan pengembangan kapasitas lokal yang berkelanjutan.
Untuk mengejar ketertinggalan, Indonesia perlu memperkuat fondasi sumber daya, mendalami sektor manufaktur, memperkuat jaringan pemasok dalam negeri, serta menarik investasi asing yang berorientasi teknologi tinggi. Selain itu, peningkatan keterampilan tenaga kerja, inovasi, dan keterlibatan dalam rantai nilai regional harus didukung oleh kebijakan industri dan institusional yang konsisten. Tujuannya bukan menutup diri dari ekonomi global, melainkan memperdalam integrasi dengan standar yang lebih tinggi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Erupsi bersamaan enam gunung api di berbagai wilayah Indonesia disebabkan oleh pertemuan siklus aktivitas alami, bukan keterkaitan sistem magma.
9 September 2026

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Peningkatan belanja emas oleh bank sentral dunia mencatat rekor hingga Juli 2026, didorong kebutuhan diversifikasi cadangan dan stabilitas dalam era ketegangan global.
9 September 2026

LPS Dorong Literasi Keuangan Melalui Festival di Lampung
LPS sukses gelar Lampung Financial Festival 2026 dengan 6.800 pengunjung, fokus pada penguatan pemahaman keuangan generasi muda.
9 September 2026

RATU Perluas Modal Lewat Private Placement 271,5 Juta Saham
Perseroan menyetujui penerbitan 271,5 juta saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu untuk dukung modal kerja dan ekspansi usaha.
9 September 2026
Berita Lainnya

Masker Sekali Pakai Tak Boleh Dicuci, Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 15.47 WITA

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Rabu, 9 September 2026, 15.45 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

BUK Migas Siap Jadi Pemimpin Utama Sektor Hulu
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

RUU Migas Dipercepat, BUK Jadi Fokus Utama
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


