Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru

Probabilitas Indonesia menjadi negara maju masih di bawah ambang batas, tertinggal dari Thailand dan Vietnam berdasarkan metode analisis kinerja ekonomi struktural.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indonesia masih jauh dari ambang kesiapan menjadi negara maju, menurut hasil analisis terbaru yang dikemukakan oleh Kepala dan CEO Asian Development Bank Institute (ADBI). Dalam penilaian berbasis metodologi probabilitas Middle Income Trap (MIT), Indonesia hanya memiliki peluang 0,44 untuk mencapai status negara berpenghasilan tinggi, jauh di bawah ambang batas kritis sebesar 0,6. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia belum mampu melampaui tantangan struktural yang biasanya menghambat pertumbuhan ekonomi di negara berpendapatan menengah.

Posisi Indonesia lebih rendah dibandingkan dua tetangga regional, Vietnam dan Thailand, yang masing-masing memiliki probabilitas 0,506 dan 0,562. Kedua negara tersebut dinilai lebih dekat mencapai transisi ekonomi menuju tingkat maju, meskipun masih menghadapi tantangan serius. Pernyataan ini disampaikan dalam forum diskusi ADBI-Bappenas, di mana Bambang Brodjonegoro menekankan bahwa banyak negara Asia, termasuk Filipina, India, Kamboja, dan Myanmar, masih menghadapi hambatan signifikan dalam keluar dari jebakan pendapatan menengah.

Kunci keberhasilan negara-negara yang telah berhasil melampaui batas tersebut terletak pada transformasi struktural yang terkoordinasi. Jepang, misalnya, sukses melalui sinergi antarlembaga dan keunggulan industri. Korea Selatan mencapai kemajuan melalui kemitraan strategis antara negara dan sektor swasta, serta fokus pada ekspor berbasis teknologi. Singapura, di sisi lain, berdiri kokoh berkat tata kelola berbasis teknokrasi, penarikan investasi asing langsung yang kuat, dan pengembangan kapasitas lokal yang berkelanjutan.

Untuk mengejar ketertinggalan, Indonesia perlu memperkuat fondasi sumber daya, mendalami sektor manufaktur, memperkuat jaringan pemasok dalam negeri, serta menarik investasi asing yang berorientasi teknologi tinggi. Selain itu, peningkatan keterampilan tenaga kerja, inovasi, dan keterlibatan dalam rantai nilai regional harus didukung oleh kebijakan industri dan institusional yang konsisten. Tujuannya bukan menutup diri dari ekonomi global, melainkan memperdalam integrasi dengan standar yang lebih tinggi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya