Nusron: 87,52% Lahan Sawah Nasional Sudah Dilindungi
Pemerintah mencapai 87,52% penetapan lahan pertanian berkelanjutan, melampaui target nasional, meski Banten dan Bali masih menghadapi tekanan alih fungsi sawah ke industri dan pariwisata.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 15.30 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 15x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah telah menyelesaikan 87,52 persen penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) secara nasional, lebih cepat dari rencana yang ditetapkan dalam Perpres RPJMN 2025–2029. Capaian ini dicapai melalui sinergi antara Kementerian ATR/BPN, Kementerian Dalam Negeri, BPS, dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, dengan komitmen dari seluruh kepala daerah yang telah menandatangani SK sementara. Penetapan ini menjangkau sekitar 6,43 juta hektare dari total 7,35 juta hektare lahan baku sawah nasional.
Di tengah pencapaian nasional, masih terdapat tujuh provinsi yang berada di bawah ambang batas 87 persen, yakni Riau (77,73%), Jambi (79,10%), Banten (84,04%), Bali (86,61%), Kalimantan Barat (77,81%), Kalimantan Timur (78,19%), dan Papua (78%). Pemerintah menegaskan bahwa angka-angka tersebut akan dikunci agar tidak turun kembali, dengan batas minimal yang tidak boleh dilanggar.
Menteri Agraria dan Tata Ruang, Nusron Wahid, mengungkapkan bahwa alih fungsi lahan di Banten dan Bali menjadi tantangan utama. Di Banten, sawah banyak berubah menjadi kawasan industri dan perumahan, sementara di Bali, lahan pertanian beralih ke vila, hotel, dan restoran, terutama di wilayah Badung. Ia menekankan pentingnya perlindungan lahan sebagai fondasi swasembada pangan.
Untuk memperkuat perlindungan, pemerintah mendorong seluruh daerah segera menyesuaikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sesuai ketentuan PP Nomor 34 Tahun 2026. Revisi bisa dilakukan secara parsial, terutama terkait pola ruang untuk sawah, tanpa harus menunggu masa lima tahun. Selain itu, periodisasi RTRW akan diseragamkan agar sejalan dengan siklus pembangunan dan masa jabatan kepala daerah, menghindari perubahan tata ruang di tengah program strategis.
Tujuan utama dari langkah ini adalah menjamin ketahanan pangan jangka panjang dengan mempertahankan lahan sawah sebagai aset strategis. Nusron menegaskan bahwa swasembada pangan hanya bisa tercapai jika ada dukungan lahan dan air yang terjaga. Dengan percepatan penetapan LP2B, pemerintah berharap konsistensi kebijakan tata ruang dapat mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lurah Diminta Jadi Penggerak Komunikasi Publik Berkualitas
Pelatihan humas bagi finalis Benyamin S Award 2026 tekankan pentingnya komunikasi efektif antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.
26 Oktober 2026

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Gara-Gara Tak Laporkan Pemilik Manfaat
Kementerian Hukum memblokir 700 ribu badan usaha yang belum melaporkan data pemilik manfaat, sebagai langkah mendukung transparansi dan keterbukaan data perusahaan.
26 Oktober 2026

Pemerintah Diminta Perluas Insentif Listrik untuk Truk dan Bus Komersial
Moeldoko menyerukan ekstensi insentif fiskal bagi truk dan bus listrik guna percepatan transisi energi dan pengurangan emisi karbon nasional.
26 Oktober 2026

Pentagon Rilis Dokumen Ketujuh soal Fenomena Udara Tak Dikenal
Pentagon AS mempublikasikan seri ketujuh dokumen terkait objek terbang tak dikenal, mencakup laporan lapangan, rekaman, dan catatan historis dari periode 1940-an hingga kini.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Suporter Muda Tewas Usai Menonton Laga di Pakansari
Senin, 26 Oktober 2026, 17.54 WITA

Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald Dihentikan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Kompol Aditia Mulya Tutup Usia Setelah 7 Tahun Koma Akibat Pengeroyokan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Hakim Perintahkan Jaksa Lanjutkan Pembuktian Kasus Don Ritto dan Nurman
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Samsat Ciledug Blokir McLaren Usai Salah Tagih Pajak ke Mekanik
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

Susu dan Jerawat: Fakta Ilmiah di Balik Mitos Minum Susu
Senin, 26 Oktober 2026, 17.51 WITA

Pergeseran Pusat Ekonomi Batavia dari Kota Tua ke Pasar Baru
Senin, 26 Oktober 2026, 17.40 WITA

Honda Culture Indonesia Siap Meriahkan Puncak di GBK
Senin, 26 Oktober 2026, 17.39 WITA

