Jepang Dorong Investasi di Kawasan Rebana, Fokus pada Ekonomi Hijau dan Infrastruktur
Pemerintah bersama JICA gelar seminar untuk memperkuat kemitraan publik-swasta dan menarik investasi di Kawasan Rebana, Jawa Barat, dengan fokus pada industri hijau dan pengembangan infrastruktur strategis.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kawasan Rebana di Jawa Barat kini menjadi sorotan strategis dalam perencanaan pembangunan ekonomi nasional, seiring upaya pemerintah untuk mendorong transformasi ekonomi melalui kemitraan internasional. Dalam acara seminar kolaboratif yang digelar di Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memperkenalkan peluang investasi baru dengan melibatkan Japan International Cooperation Agency (JICA) sebagai mitra teknis. Tujuannya adalah mengakselerasi realisasi proyek yang telah direncanakan menjadi kenyataan, khususnya di sektor industri, logistik, dan ekonomi berkelanjutan.
Pengembangan kawasan ini didukung oleh sejumlah Proyek Strategis Nasional yang telah beroperasi atau dalam tahap pengembangan, termasuk Pelabuhan Internasional Patimban, Bandara Kertajati, Tol Cisumdawu, Bendungan Cipanas, serta Kawasan Industri Subang Smartpolitan. Keberadaan fasilitas strategis ini menjadi fondasi penting dalam menopang kinerja ekonomi kawasan. Sejalan dengan itu, pabrik perakitan kendaraan listrik BYD yang telah beroperasi di Subang Smartpolitan menjadi simbol transformasi industri yang berkelanjutan.
Realisasi investasi di Kawasan Rebana mencatatkan angka signifikan, yakni mencapai Rp36 triliun sepanjang tahun 2025. Hingga triwulan kedua 2026, jumlah tersebut telah menembus Rp21,59 triliun, setara dengan sekitar 30 persen dari total investasi yang masuk ke Jawa Barat. Sebanyak 13 kawasan industri telah dialokasikan di wilayah ini, dengan delapan di antaranya sudah beroperasi. Dukungan infrastruktur pendidikan juga menjadi kunci, dengan lebih dari 30 perguruan tinggi dan sekitar 500 SMK serta lembaga pelatihan yang siap melahirkan tenaga kerja terampil.
Dalam seminar, JICA menyoroti potensi besar Rebana sebagai pusat ekonomi hijau, terutama melalui konsep Green Industry Hub yang mengintegrasikan manufaktur ramah lingkungan, energi terbarukan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, peluang investasi juga dibuka untuk ekonomi sirkular, pemanfaatan energi panas bumi, panel surya mengambang di bendungan, serta teknologi industri modern. Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan kawasan tergantung pada sinergi antara infrastruktur, kebijakan, dan partisipasi sektor swasta.
Kendati begitu, tantangan tetap ada, terutama dalam memastikan konsistensi implementasi dan keberlanjutan kemitraan. Pemerintah menekankan perlunya aksi nyata dari para pelaku usaha untuk mewujudkan rencana yang telah disusun. Dengan demikian, Kawasan Rebana diharapkan tidak hanya menjadi pusat industri, tetapi juga menjadi contoh integrasi antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan, sekaligus memperkuat konektivitas antar wilayah ekonomi di Jawa Barat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Pemerintah pusat siapkan skema pinjaman infrastruktur melalui PT SMI, dengan pembayaran dilakukan dari dana bagi hasil yang diterima daerah.
8 September 2026

SMGR Perkuat Ekspansi Pasar Lewat Proyek Strategis dan Reformasi Bisnis
Laba bersih Semen Indonesia tumbuh 445% pada semester pertama 2026, didorong proyek pemerintah, penataan anak usaha, dan pemulihan merek Kujang.
8 September 2026

Lelang Aset Cuci Uang Rp42 Triliun, Perhiasan dan Tas Mewah Dibuka ke Publik
Ratusan barang mewah hasil sitaan kasus pencucian uang senilai Rp42 triliun di Singapura dilelang secara daring, dengan target pendapatan Rp40,4–54,3 miliar.
8 September 2026

PTBA Perkuat Logistik dengan Dana Rp3,56 Triliun dari Himbara
PTBA mengamankan pendanaan Rp3,56 triliun dari bank milik negara untuk percepatan infrastruktur tambang dan peningkatan kapasitas logistik batu bara.
7 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


