Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jepang Dorong Investasi di Kawasan Rebana, Fokus pada Ekonomi Hijau dan Infrastruktur

Pemerintah bersama JICA gelar seminar untuk memperkuat kemitraan publik-swasta dan menarik investasi di Kawasan Rebana, Jawa Barat, dengan fokus pada industri hijau dan pengembangan infrastruktur strategis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Jepang Dorong Investasi di Kawasan Rebana, Fokus pada Ekonomi Hijau dan Infrastruktur
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kawasan Rebana di Jawa Barat kini menjadi sorotan strategis dalam perencanaan pembangunan ekonomi nasional, seiring upaya pemerintah untuk mendorong transformasi ekonomi melalui kemitraan internasional. Dalam acara seminar kolaboratif yang digelar di Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memperkenalkan peluang investasi baru dengan melibatkan Japan International Cooperation Agency (JICA) sebagai mitra teknis. Tujuannya adalah mengakselerasi realisasi proyek yang telah direncanakan menjadi kenyataan, khususnya di sektor industri, logistik, dan ekonomi berkelanjutan.

Pengembangan kawasan ini didukung oleh sejumlah Proyek Strategis Nasional yang telah beroperasi atau dalam tahap pengembangan, termasuk Pelabuhan Internasional Patimban, Bandara Kertajati, Tol Cisumdawu, Bendungan Cipanas, serta Kawasan Industri Subang Smartpolitan. Keberadaan fasilitas strategis ini menjadi fondasi penting dalam menopang kinerja ekonomi kawasan. Sejalan dengan itu, pabrik perakitan kendaraan listrik BYD yang telah beroperasi di Subang Smartpolitan menjadi simbol transformasi industri yang berkelanjutan.

Realisasi investasi di Kawasan Rebana mencatatkan angka signifikan, yakni mencapai Rp36 triliun sepanjang tahun 2025. Hingga triwulan kedua 2026, jumlah tersebut telah menembus Rp21,59 triliun, setara dengan sekitar 30 persen dari total investasi yang masuk ke Jawa Barat. Sebanyak 13 kawasan industri telah dialokasikan di wilayah ini, dengan delapan di antaranya sudah beroperasi. Dukungan infrastruktur pendidikan juga menjadi kunci, dengan lebih dari 30 perguruan tinggi dan sekitar 500 SMK serta lembaga pelatihan yang siap melahirkan tenaga kerja terampil.

Dalam seminar, JICA menyoroti potensi besar Rebana sebagai pusat ekonomi hijau, terutama melalui konsep Green Industry Hub yang mengintegrasikan manufaktur ramah lingkungan, energi terbarukan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, peluang investasi juga dibuka untuk ekonomi sirkular, pemanfaatan energi panas bumi, panel surya mengambang di bendungan, serta teknologi industri modern. Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan kawasan tergantung pada sinergi antara infrastruktur, kebijakan, dan partisipasi sektor swasta.

Kendati begitu, tantangan tetap ada, terutama dalam memastikan konsistensi implementasi dan keberlanjutan kemitraan. Pemerintah menekankan perlunya aksi nyata dari para pelaku usaha untuk mewujudkan rencana yang telah disusun. Dengan demikian, Kawasan Rebana diharapkan tidak hanya menjadi pusat industri, tetapi juga menjadi contoh integrasi antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan, sekaligus memperkuat konektivitas antar wilayah ekonomi di Jawa Barat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya