PTBA Perkuat Logistik dengan Dana Rp3,56 Triliun dari Himbara
PTBA mengamankan pendanaan Rp3,56 triliun dari bank milik negara untuk percepatan infrastruktur tambang dan peningkatan kapasitas logistik batu bara.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - PTBA berhasil mendapatkan komitmen pendanaan dari empat bank milik negara (Himbara) senilai Rp3,56 triliun melalui fasilitas senior term loan, yang menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem logistik dan infrastruktur pertambangan. Dana tersebut akan digunakan secara khusus untuk menyelesaikan proyek Tanjung Enim-Kramasan yang saat ini telah mencapai progres fisik 93%, serta membangun fasilitas coal handling facility (CHF) dan train loading station (TLS) 67 untuk meningkatkan kapasitas pemuatan dan distribusi batu bara.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA, Una Lindasari, menegaskan bahwa penguatan infrastruktur ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing di tengah target produksi tahunan sebesar 53 juta ton. Ia menekankan bahwa integrasi sistem logistik yang lebih kuat akan memastikan ketersediaan pasokan batu bara secara optimal bagi pelanggan, baik domestik maupun ekspor.
Pencapaian kinerja keuangan PTBA pada semester pertama 2026 menjadi dukungan utama bagi langkah pendanaan ini. Perusahaan mencatat pendapatan Rp22,03 triliun, naik 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara laba bersih mencapai Rp2,65 triliun, tumbuh 218% secara tahunan. Kenaikan ini didorong oleh pemulihan operasional di kuartal II, peningkatan ekspor, serta kenaikan harga jual rata-rata batu bara yang dipengaruhi kenaikan indeks Newcastle dan ICI-3 masing-masing 25% dan 15% dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara operasional, produksi batu bara PTBA mencapai 19,45 juta ton dan penjualan 21,10 juta ton hingga paruh pertama tahun ini. Penjualan ekspor mencapai 10,33 juta ton, meningkat 5% dari periode yang sama tahun lalu, dengan pasar utama di Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand. Sementara penjualan domestik mencapai 10,77 juta ton, atau sekitar 51% dari total penjualan. Dengan fondasi kinerja yang kuat, PTBA terus mempersiapkan transformasi bisnis menuju diversifikasi, termasuk pengembangan sektor hilirisasi dan energi terbarukan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Pemerintah pusat siapkan skema pinjaman infrastruktur melalui PT SMI, dengan pembayaran dilakukan dari dana bagi hasil yang diterima daerah.
8 September 2026

SMGR Perkuat Ekspansi Pasar Lewat Proyek Strategis dan Reformasi Bisnis
Laba bersih Semen Indonesia tumbuh 445% pada semester pertama 2026, didorong proyek pemerintah, penataan anak usaha, dan pemulihan merek Kujang.
8 September 2026

Jepang Dorong Investasi di Kawasan Rebana, Fokus pada Ekonomi Hijau dan Infrastruktur
Pemerintah bersama JICA gelar seminar untuk memperkuat kemitraan publik-swasta dan menarik investasi di Kawasan Rebana, Jawa Barat, dengan fokus pada industri hijau dan pengembangan infrastruktur strategis.
8 September 2026

Lelang Aset Cuci Uang Rp42 Triliun, Perhiasan dan Tas Mewah Dibuka ke Publik
Ratusan barang mewah hasil sitaan kasus pencucian uang senilai Rp42 triliun di Singapura dilelang secara daring, dengan target pendapatan Rp40,4–54,3 miliar.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


