Penutupan 7 Bandara Diperpanjang Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Penutupan operasional tujuh bandara di sekitar Anak Krakatau diperpanjang hingga 7 September pukul 23.59 WIB demi menjamin keselamatan penerbangan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 22.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kementerian Perhubungan memperpanjang penutupan sementara operasional tujuh bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau hingga Senin, 7 September 2025, pukul 23.59 WIB. Keputusan ini diambil sebagai langkah pencegahan yang hati-hati, menyusul dinamika arah angin yang tidak menentu dan potensi risiko terhadap keselamatan penerbangan. Menteri Perhubungan menegaskan bahwa prioritas utama tetap pada keamanan pesawat dan penumpang, meskipun hasil pemeriksaan awal di beberapa lokasi menunjukkan tidak adanya residu debu vulkanik.
Bandara yang terdampak mencakup Soekarno-Hatta, Radin Inten II, Budiarto, Halim Perdanakusuma, Pondok Cabe, Muhammad Taufiq Kiemas, dan Husein Sastranegara. Hingga sore hari tanggal 7 September, sebanyak 2.961 penerbangan mengalami perubahan jadwal, termasuk 2.339 penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional. Total penumpang yang terdampak mencapai 341 ribu orang, dengan dampak berupa pembatalan, penundaan, maupun pengalihan rute penerbangan.
Pembukaan kembali operasional bandara tetap menunggu rekomendasi resmi dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, pusat rujukan internasional untuk ancaman abu vulkanik. Meski hasil uji laboratorium di sejumlah lokasi menunjukkan hasil negatif, pihak berwenang tetap mempertahankan kehati-hatian dalam menilai kelayakan operasional. Perpanjangan ini juga memberi waktu bagi pengelola bandara untuk melakukan pembersihan fasilitas sisi udara, seperti landasan pacu, jalur taxiway, dan apron, serta bagi maskapai untuk memeriksa dan membersihkan pesawat dari kemungkinan residu debu vulkanik.
Menteri menegaskan bahwa tidak ada kompromi terhadap aspek keselamatan penerbangan. Semua proses akan dilakukan secara sistematis dan terukur, dengan pemantauan terus-menerus terhadap kondisi abu vulkanik dan perkembangan advisory dari VAAC Darwin. Koordinasi intensif terus dilakukan antara Kementerian Perhubungan dan instansi terkait guna memastikan keputusan berbasis data dan dapat diandalkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Pemerintah menargetkan penyaluran biodiesel B50 mencapai 16,8 juta kilo liter pada 2026 sebagai bagian dari strategi pengurangan impor dan penguatan sektor energi nasional.
8 September 2026

Gaji Perdana Menteri Singapura Naik, Seluruh Kenaikan Disumbangkan
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan akan menyumbangkan seluruh kenaikan gaji selama lima tahun ke depan untuk kegiatan sosial, meski gaji tetap diterima sesuai aturan resmi.
8 September 2026

90 Persen SPBU Sudah Salurkan B50, Pemerintah Tegaskan Langkah Menuju Kemandirian Energi
Sebanyak 90 persen stasiun pengisian bahan bakar umum di Indonesia telah mulai menjual biodiesel B50, seiring percepatan program kemandirian energi nasional yang dimulai sejak 2018.
8 September 2026
Sawit Tumbuh di Lahan Bekas Karhutla, Pemerintah Diminta Periksa Proses Tanam
Pemerintah diminta menyelidiki dugaan penanaman kelapa sawit langsung di lahan bekas kebakaran hutan yang belum pulih secara ekologis.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


